Seperti yang diketahui vaksin HPV sendiri merupakan vaksin yang digunakan untuk mencegah potensi kanker serviks atau yang lebih dikenal dengan kanker leher rahim.
Menanggapi hal itu, Pemerintah Kota Padang sendiri melalui Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Padang Srikurnia Yati mengatakan, Pemko Padang sebagai penyambung kebijakan di daerah akan menunggu keputusan resmi dari pemerintah pusat terkait hal tersebut.
“Ini merupakan program pemerintah pusat yang disampaikan oleh Dirjen dalam Rakerkesnas beberapa waktu lalu. Kita dari Dinkes Kota Padang menunggu surat edaran (SE) terkait jadwal pemberian dan menghitung jumlah sasaran serta logistik,” katanya kepada Padang Ekspres, Minggu (28/4).
Ia menambahkan, sebelumnya pada tahun 2023 yang lalu, Dinkes Kota Padang juga sudah melakukan pemberian vaksi HPV dengan sasaran siswa kelas 5 dan 6 di Sekolah Dasar (SD) di Kota Padang.
“Sebelumnya kita sudah melaksanakan vaksin HPV untuk kelas 5 dan 6 SD pada Oktober 2023 yang lalu. Dan akan kembali dilakukan pada Oktober tahun ini dengan jarak satu tahun,” ucapnya.
Sri mengatakan, vaksin HPV sendiri cukup penting bagi anak-anak dalam rangka mengantisipasi potensi terjangkit penyakit mematikan seperti kanker serviks.
“Karena kita tahu, vaksin tersebut merupakan salah satu upaya dalam pencegahan kanker serviks atau kanker leher rahim. Sebelum melaksanakannya, pastinya kita akan kembali melakukan sosialisasi kepada sekolah, murid dan orangtua bahwasanya vaksin ini penting bagi anak-anak,” ujarnya.
Lebih lanjut Sri juga menyampaikan, salah satu penyebab tertinggi meninggalnya perempuan adalah karena kanker serviks. Untuk itu ia mengajak masyarakat untk bersama-sama peduli dan mau mencegah potensi penyakit mematikan tersebut.
“Kita juga tahu biaya untuk pengobatannya penyakit kanker serviks sangat mahal. Untuk itu melalui vaksin HPV, alangkah lebih baiknya kita melakukan pencegahan daripada mengobati,” pungkasnya. (y)
Editor : Adetio Purtama