Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pagar Nusa Ikut Jaga Tradisi Silat Minangkabau

Adetio Purtama • Sabtu, 25 Mei 2024 | 09:55 WIB

Eri Gusnedi. (DOKUMEN PRIBADI)
Eri Gusnedi. (DOKUMEN PRIBADI)
PADEK.JAWAPOS.COM—Perkumpulan Pencak Silat Pagar Nusa memiliki komitmen untuk membangkitkan tradisi ”ka surau, mangaji jo basilek” Ini merupakan warisan para leluhur bangsa Minangkabau secara turun temurun.

Hal ini disampaikan Eri Gusnedi, Ketua Pengurus Wilayah (PW) Pagar Nusa Sumbar kepada awak media saat merilis progres perkumpulan pencak silat berpaham Aswaja yang ia pimpin di Padang, beberapa waktu lalu. “Pagar Nusa merupakan bagian dari upaya melatih diri merawat tradisi,” tegasnya.

Katanya, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) yang juga dikenal luas sebagai Ranah Minang memiliki filosofis Adaik Basandi Syara’, Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK). Di samping merupakan basis perkembangan paham Ahlussunnah Waljama’ah (Aswaja).

Eri yang juga Wakil Sekretaris PW Nahdltradatul Ulama (NU) Sumbar, Bidang Kaderisasi ini mengungkapkan rasa syukur atas semakin berkembangnya pencak silat NU di tengah-tengah masyarakat Sumbar, terutama di kalangan anak mudanya.

Alhamdulillah sekarang ini di Sumbar pencak silat Nahdlatul Ulama sudah semakin berkembang. Anak-anak muda, selain dituntun mengaji di surau, juga dilatih beladiri pencak silat di berbagai sasaran pencak silat,” ujarnya.

Ia mengklaim saat ini jumlah anggota Pagar Nusa yang sudah terdata dan memiliki kartu tanda anggota (KTA) di Sumbar telah mencapai 300 orang, baik yang berdomisili di dalam maupun luar Sumbar. Belum termasuk anggota yang belum memiliki KTA, Seluruh anggota yang sudah ber KTA tercatat pada aplikasi Pagar Nusa Official Databes Sumbar.

Perkembangan pesat Pagar Nusa di Sumbar, menurutnya tak terlepas dari antusiasme serta keaktifan sasaran pencak silat di sejumlah kabupaten melaksanakan latihan secara rutin. 

“Sekarang ada beberapa kabupaten yang kami nilai aktif, antara lain Kabupaten Dharmasraya, Pesisir Selatan, Sijunjung dan Solok Selatan, diharapkan menyusul kabupaten dan kota lain,” paparnya.

Langkah lanjut, imbuh Buya Eri, pihaknya sesegera mungkin akan membentuk kepengurusan Pagar Nusa di beberapa kabupaten kota lainnya di Sumbar.

Insya Allah dalam waktu dekat pelantikan kepengurusan akan dilaksanakan, tentunya ini nanti menyesuaikan waktu Ketua Umum, kapan beliau bisa ke Sumbar,” ucapnya.

Untuk perkembangan Pagar Nusa ke depan, ia menyatakan bahwa perguruan silat manapun bisa bergabung asal berpaham Aswaja sesuai arahan Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar (PB) NU Gus Yahya ketika pelantikan Pengurus Pusat Pagar Nusa.

“Jadi perguruan-perguruan silat yang ada di Ranah Minang bisa bergabung dengan Pagar Nusa tanpa harus merubah jati diri masing-masing. Nanti akan disatukan dengan jurus baku dan salam Pagar Nusa. Dalam hal ini kita jaga tradisi dan budaya silat, dengan terus merawat dan mengembangkannya di masyarakat, khususnya generasi muda,” tutupnya. (adt)

 

Editor : Adetio Purtama
#tradisi silat #Nahdatul Ulama (NU) #Perkumpulan Pencak Silat Pagar Nusa