Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kecepatan dan Ketepatan Identifikasi Korban Kunci Penanganan Bencana

Adetio Purtama • Rabu, 29 Mei 2024 | 10:20 WIB

Polda Sumbar menggelar kegiatan Pelatihan dan Simulasi DVI di Lantai IV Mapolda Sumbar, kemarin. (DOKUMENTASI POLDA SUMBAR)
Polda Sumbar menggelar kegiatan Pelatihan dan Simulasi DVI di Lantai IV Mapolda Sumbar, kemarin. (DOKUMENTASI POLDA SUMBAR)
PADEK.JAWAPOS.COM—Sumatera Barat merupakan market-nya bencana. Untuk itu dibutuhkan peningkatan keilmuan serta kesiapan dan kemampuan tim Disaster Victim Identification (DVI) dalam menangani situasi darurat yang melibatkan korban massal di lapangan dan menghadapi potensi bencana alam di daerah ini.

“DVI bertugas mengidentifikasi jenazah akibat bencana massal. DVI diperlukan sebagai metode pengenalan korban dengan tujuan untuk kepentingan hukum yang berhubungan dengan hak waris, asuransi, dan status pernikahan. DVI juga dibutuhkan sebagai sarana penegakkan hak asasi manusia serta menjadi bagian dari suatu penyidikan,” kata Kepala Biddokkes Polda Sumbar, melalui dr Eka Purnama, saat Pelatihan dan Simulasi DVI di Lantai IV Mapolda Sumbar selama dua hari.

Pelatihan ini diikuti oleh personel kepolisian dari berbagai satuan, TNI AD, AU, AL, Basarnas, Tagana, dan sejumlah tenaga medis dari Puskesmas Kayu Tanam, forensik serta peserta lainnya.

Untuk tugas DVI itu, sebutnya, identifikasi korban bencana dengan metode yang digunakan untuk mengidentifikasi korban insiden korban massal. Baik yang disebabkan oleh manusia atau alam.

“Pelatihan dan simulasi DVI ini krusial untuk memastikan kolaborasi serta kesiapan kita dalam menghadapi situasi darurat yang melibatkan banyak korban. Kecepatan dan ketepatan identifikasi korban adalah kunci dalam penanganan bencana,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan pelatihan ini mencakup berbagai aspek identifikasi korban bencana, mulai dari pengumpulan data antemortem, pencocokan data postmortem, hingga teknik-teknik forensik modern.

“Kami juga melibatkan ahli forensik dari berbagai instansi untuk memberikan materi dan berbagi pengalaman, sehingga peserta mendapatkan pengetahuan yang komprehensif,” jelasnya.

Simulasi yang dilakukan pada pelatihan ini melibatkan skenario bencana alam dengan banyak korban. Para peserta ditugaskan untuk melakukan identifikasi korban secara cepat dan akurat sesuai dengan prosedur DVI internasional.

“Simulasi ini sangat penting untuk melatih kemampuan kita dalam situasi yang mendekati kenyataan. Dengan latihan yang intensif seperti ini, kita dapat meningkatkan koordinasi dan respon kita di lapangan,” katanya.

Terpisah Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan mengatakan, pelatihan dan simulasi DVI ini merupakan upaya peningkatan kesiapan dan kapasitas tim DVI Polda Sumbar dalam menghadapi berbagai jenis bencana yang mungkin terjadi di wilayah Sumbar.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat memperkuat kerja sama antara berbagai instansi dalam penanganan bencana, sehingga dapat memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

“Dengan adanya pelatihan ini, Polda Sumbar menunjukkan keseriusannya dalam meningkatkan profesionalisme dan kemampuan anggotanya dalam menghadapi tantangan di lapangan, terutama dalam situasi darurat yang memerlukan penanganan cepat dan akurat,” pungkasnya. (rid)

Editor : Adetio Purtama
#polda sumbar #Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan #Disaster Victim Identification #Biddokkes Polda Sumbar #dvi