Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Berawal dari DM, Berakhir di Pelaminan

Adetio Purtama • Kamis, 6 Juni 2024 | 10:00 WIB

(REZA FEBRINO)
(REZA FEBRINO)
PADEK.JAWAPOS.COM—Jodoh datangnya kapan tidak ada yang tahu. Bisa datang dalam waktu cepat bisa juga datang dalam waktu yang lama. Bagi Rudi (nama samaran), membutuhkan waktu selama 35 tahun untuk bisa menemukan tambatan hatinya. Berawal dari iseng chat di direct message (DM) atau pesan langsung Instagram, ia pun berhasil menemukan jodohnya. Seperti apa ceritanya?

Usia Rudi sebentar lagi akan menginjak 35 tahun, tepatnya bulan Agustus tahun ini. Sampai saat ini pria itu belum juga menemukan pasangan hidup. Meskipun tidak ingin tergesa-gesa dalam membina hubungan rumah tangga, namun banyaknya tuntutan dari keluarga agar ia segera menikah, membuat Rudi semakin terdesak.

Rudi bukannya tak berusaha untuk menemukan pasangan hidup. Tercatat beberapa kali ia sempat menjalin asmara dengan sejumlah wanita. Namun hubungan itu selalu kandas di tengah jalan. Hal itu membuat Rudi sedikit trauma dan ragu akan menemukan cinta sejatinya dalam hidup.

Selain ingin membangun rumah tangga, Rudi juga ingin membahagiakan kedua orangtuanya dengan memberikan seorang menantu. Meskipun demikian ia menolak untuk dijodohkan oleh orangtuanya. Rudi beralasan bahwa dia masih bisa mencari pasangan hidupnya.

Singkat cerita, suatu siang Rudi sedang beristirahat ambil bermain handphone di kantin kantor tempat dia bekerja. Ketika dia sedang asyik ”berselancar” di akun Instagram miliknya, tiba-tiba matanya beralih fokus pada item saran teman yang ada di Instagram. Rudi melihat seorang wanita yang bisa dikatakan cantik dan manis.

Jari Rudi secara otomatis mengklik akun Instagram wanita itu dan melihat postingan yang ada di akun tersebut. Dari informasi yang ia dapatkan sementara wanita itu bernama Aisyah (nama samaran). Informasi itu sangat mudah diketahui berdasarkan nama akun Instagram tersebut.

Kemudian Rudi juga berasumsi bahwa Aisyah tinggal di kota yang sama dengannya. Hal itu ia ketahui dari setiap postingan yang diunggah oleh Aisyah di akun Instagramnya yang mana lokasi foto maupun video berada di kota tempat Rudi tinggal dan bekerja.

Saat asik melihat unggahan dari akun Instagram Aisyah itu tiba-tiba saja salah seorang temannya mengajak Rudi untuk segera masuk ke ruang kerja karena jam kerja sudah masuk. Akibatnya Ia pun harus menghentikan aksi kepo terhadap akun wanita yang bernama Aisyah.

Malam hari sampainya di dalam kamar, Rudi kembali mengingat akun Instagram Aisyah. Ia pun berniat untuk melanjutkan aksi keponya melihat semua postingan yang ada di Instagram wanita itu. Tiba-tiba saja rasa iseng Rudi muncul. Dia memiliki ide untuk memulai percakapan dengan Aisyah melalui pesan langsung atau direct message (DM) Instagram.

Kata pertama yang Rudi tulis dan kirimkan kepada akun Aisyah adalah kata ”Hai salam kenal” Rudi pun tidak berharap banyak pesan tersebut akan dibalas oleh Aisyah. Karena niat awalnya memang hanya iseng. Namun siapa sangka itulah gerbang pembuka datangnya jodoh baginya.

Besok paginya saat Rudi sedang merapikan barang-barang yang akan dia bawa ke kantor, dia sempat melihat handphone miliknya untuk memeriksa apakah ada pesan penting yang masuk. Setelah melihat semua isi pesan WhatsApp, Rudi melihat tanda ada pesan masuk di aplikasi Instagram miliknya.

Namun ia tidak langsung membukanya. Rudi menganggap pesan itu mungkin datang dari orang atau akun yang tidak penting. Setiba di kantor barulah Rudi membuka akun Instagram miliknya dan memeriksa pesan siapa yang masuk. Tak disangka ternyata orang yang mengirimkan pesan kepadanya adalah Aisyah.

Aisyah membalas pesan perkenalan dari Rudi yang dikirim kemarin malam. Aisyah menjawab dengan kalimat Waalaikumsalam. Melihat ada peluang untuk berkenalan jauh, Rudi pun mulai mengirim pesan-pesan kepada Aisyah. Ternyata kedua insan tersebut saling nyambung dalam berkomunikasi sehingga aktivitas itu berlanjut hingga berbulan-bulan.

Rudi pun menemukan kecocokan dengan Aisyah begitu juga sebaliknya. Seiring berjalannya waktu akhirnya mereka sepakat untuk melanjutkan hubungan ke arah yang lebih serius yakni pernikahan. Rudi pun mengabarkan hal baik itu kepada kedua orangtuanya. Dengan tangis bahagia kedua orangtua Rudi sangat menyetujui niat baik anaknya itu.

Akhirnya keinginan kedua orangtua untuk melihat Rudi duduk di kursi pelaminan akan segera terwujud. Tanpa menunggu banyak waktu, kedua orangtua Rudi beserta keluarga besarnya langsung datang ke rumah Aisyah untuk melamar wanita cantik dan manis tersebut.

Tepat pada bulan Agustus, di usia Rudi yang menginjak 35 tahun, akhirnya dia menemukan jodoh dan pasangan hidupnya. Dia tidak pernah menduga sebelumnya dari keisengan mengirim pesan ke wanita yang tidak dikenal namun akhirnya berjodoh dengan wanita tersebut. (adt)

Editor : Adetio Purtama