Hal ini juga bisa menjadi salah satu opsi bagi masyarakat untuk berwisata murah meriah, namun dengan pengalaman yang berbeda dari biasanya.
“Sejak mulai beroperasi di 2016, sarana railbus ini masih masuk ke dalam kereta api perintis hingga saat ini. Hal ini merupakan salah satu bentuk pelayanan oleh pemerintah melalui Kemenhub tentunya untuk mengakomodir kebutuhan transportasi massal masyarakat yang aman, nyaman dan tepat waktu untuk masyarakat di Sumatera Barat (Sumbar),” ujar Kepala BTP Kelas II Padang Hendrialdi.
Ia menjelaskan, saat ini, KA Lembah Anai yang memiliki kapasitas penumpang sekitar 160 penumpang tersebut sudah melakukan enam kali perjalanan dalam satu hari dengan melewati enam stasiun, yakni Stasiun BIM–Stasiun Duku–Stasiun Pasar Usang–Stasiun Lubukalung–Stasiun Sicincin–Stasiun Kayutanam sebagai stasiun terakhir.
Selain sebagai alat transportasi masyarakat, kereta api yang didominasi dengan warna merah dengan sentuhan batik ini juga sering digunakan masyarakat untuk berwisata karena KA Lembah Anai menawarkan pemandangan alam Sumbar yang asri selama perjalanan.
“Ada pengalaman berbeda yang akan didapatkan masyarakat jika menaiki kereta api. Apalagi Sumbar yang terkenal dengan keindahan alamnya, bisa terlihat dari dalam KA Lembah Anai ini. Berwisata bersama keluarga, sanak saudara ataupun sahabat setia dalam durasi sekitar 78 menit untuk satu kali perjalanan dan hanya merogoh kocek Rp 5 ribu saja. Sangat worth it untuk dicoba,” tukasnya. (yud)
Editor : Adetio Purtama