“Secara umum PKBI memiliki program terkait kesehatan reproduksi untuk semua kalangan. Di mana kita berfokus kepada pendidikan kesehatan reproduksi dan hak reproduksi. Kami memiliki beberapa program, yaitu pemanfaatan klinik yang kami miliki dan sudah bekerja sama dengan BPJS yang akan melayani KB, kontrasepsi, umum dan juga untuk disabilitas,” katanya.
Selain itu Aladin mengatakan, PKBI akan bekerja sama dengan pemerintah agar bagaimana meningkatkan peran perempuan dan orang-orang dianggap terpinggirkan seperti remaja dan lansia di setiap sektor pembangunan.
“Kami juga meningkatkan upaya pencegahan penyait-penyakit menular seperti HIV/AIDS dan setiap tahun. Kami mencoba menjangkau komunitas pekerja seks perempuan. Yang mana kami mendeteksi apakah mereka terjangkit penyakit menular. Selama empat tahun belakangan, kami temukan 49 kasus di pekerja seks komersial. Kami usahakan melakukan layanan bagi mereka untuk menerima obat HIV/AIDS dan digunakan agar tidak menular ke orang lain,” ucapnya.
Aladin mengatakan, PKBI bekerja sama dengan berbagai pihak seperti perusahaan untuk mengupayakan bagaimana mengencarkan edukasi terkait alat reproduksi di tingkat remaja terkait apa yang menjadi hak bagi mereka serta mengedukasi mereka mengenai keluarga berencana.
Sementara itu, Ketua Pengurus Pusat PKBI Ichsan Malik mengatakan, PKBI merupakan salah satu LSM tertua di Indonesia dan ada di 25 provinsi di Indonesia. Untuk PKBI Sumbar ia berharap agar lebih baik ke depannya.
“Kami lihat selama ini insiatif secara otonom di tiap PKBI memiliki perbedaan jenis kegiatan. Di Sumbar sendiri memiliki klinik, edukasi remaja dan kegiatan lainnya. Mereka mengembangkan program secara inisiatif sendiri,” pungkasnya. (yud)
Editor : Adetio Purtama