Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Festival Budaya Batak 2024 Persatukan Perbedaan Etnis Lewat Seni dan Budaya

Hendra Efison • Senin, 14 Oktober 2024 | 09:15 WIB

Photo
Photo
PADEK.JAWAPOS.COM--Penutupan Festival Budaya Batak 2024, Minggu (13/10) dihadiri ratusan warga etnis Batak di Kota Padang dan Sumbar. Malam itu juga diumumkan pemenang berbagai kategori lomba yang digelar.

Pagelaran selama dua hari itu hadirkan berbagai kesenian dan nyanyian tembang lagu Batak dan Minang yang dibawakan dengan ciri khas musik dan lantunan suara Batak.

Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Jefrinal Arifin, menutup secara resmi gelaran dua hari Festival Budaya Batak yang dibentang di GOR Himpunan Tjinta Teman (HTT) Padang. Acara ini merupakan pokok pikiran (pokir) Anggota DPRD Provinsi Sumbar, Albert Hendra Lukman.

Jefrinal Arifin mengapresiasi Anggota DPRD Sumbar Albert Hendra Lukman yang telah melaksanakan festival ini. Kegiatan yang sudah terselanggara selama dua tahun ini merupakan hasil kerja sama Dinas Kebudayaan Sumbar dan DPRD Sumbar.

Festival Kebudayaan Batak ini menurutnya, upaya Pemprov Sumbar melakukan pembinaan semua etnis di Sumbar, baik Etnis Batak, Nias, Minang dan Maluku serta lainnya.

“Kegiatan ini sangat penting artinya bagi masyarakat Etnis Batak dan etnis lainnya. Meski berbeda secara etnis dan kultural tapi inilah yang membanggakan. Melalui seni dan budaya kita dipersatukan. Walau berbeda etnis tapi kita satu NKRI,” terang Jefrinal.

Tidak dipungkirinya, jika di Sumbar banyak masyarakat Etnis Batak, di Sumatera Utara (Sumut) juga banyak masyarakat Etnis Minang. Di mana pun berada di, semua etnis boleh melakukan akulturasi. Dari Sabang dan Merauke disatukan oleh Bahasa Indonesia melalui Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 2024.

Hal ini berbeda dengan di Negara Malaysia. Dengan menganut sistem integrasi, di sana hanya ada tiga etnis, yakni, Melayu, Cina dan India. Mereka tidak bisa bersatu dan saling membanggakan etnis masing-masing.

“Ada roh penyatuan dalam negara kita yang tidak dipunyai negara lain. Kita bangga orang Indonesia tidak ada beda-bedanya. Ke mana saja merantau bebas di 17 ribu pulau di Indonesia. Ini wilayah kita. Kewajiban kita menghuni dan mempertahankannya,” ungkap Jefrinal.

Jefrinal juga berharap, Festival Budaya Batak ini dapat dilaksanakan lagi tahun depan. “Kami siap laksanakan event ini. Perkaya adat budaya kita. Berkesenian dan berkebudayaan cara kita mempersatukan dan mempererat silaturahmi,” harapnya.

Jefrinal juga ingin agar Festival Budaya Batak ini dapat digelar outdoor dan dapat juga diikuti etnis lainnya di Sumbar. “Dengan digelar outdoor maka diharapkan semua lapisan masyarakat bisa menontonnya,” harapnya.

Ketua Umum Perkumpulan Batak Sumatera Barat (Perbas), Wismar Panjaitan mengatakan, Festival Budaya Batak hadir di Kota Padang demi persatuan dan kesatuan dan sebagai bentuk solidaritas Etnis Batak di Sumbar untuk ikutserta dalam kegiatan pemerintahan.

Wismar menambahkan, Kota Padang adalah kota yang prural dan majemuk. Terdiri dari suku etnis dan budaya yang beragam. Hadirnya Festival Budaya Batak tersebut membuktikan masyarakat Kota Padang dan Sumbar menerima kemajemukan tersebut.

Wismar berharap kerja sama DPRD Sumbar dengan Pemprov Sumbar dan Perbas yang menghadirkan festival ini terus berlanjut di masa yang akan datang. “Kita berharap kerja sama ini terus berlanjut agar budaya dan etnis di Sumbar bisa berkolaborasi saling mendukung demi tercapainya visi dan misi Pemprov Sumbar,” harapnya.(*)

Editor : Hendra Efison
#seni dan budaya #Festival Budaya Batak 2024 #Jefrinal Arifin #Albert Hendra Lukman #Perbedaan Etnis #dinas kebudayaan sumbar