Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Macet Basilengkang Pengkang di Sitinjau Lauik: Penyebab dan Solusi yang Diperlukan

Randi Zulfahli • Kamis, 5 Desember 2024 | 11:19 WIB

Kondisi jalur Sitinjau Lauik yang mengalami macet total Rabu (3/12), hari ini sudah bisa dilalui kembali. (Foto: FB Almudazir Aang)
Kondisi jalur Sitinjau Lauik yang mengalami macet total Rabu (3/12), hari ini sudah bisa dilalui kembali. (Foto: FB Almudazir Aang)
PADEK.JAWAPOS.COM-- Macet parah di jalan Sitinjau Lauik, Sumatera Barat, kembali menjadi sorotan. Kejadian ini terjadi akibat adanya truk yang mengalami kerusakan dan tidak bisa naik, sehingga menghalangi jalur lalu lintas.

Pengalaman pengendara yang melintas di sana menunjukkan betapa buruknya kondisi kemacetan yang terjadi, dengan dampak yang mengganggu perjalanan, baik kendaraan besar seperti truk maupun kendaraan pribadi.

Seperti yang dialami warga Kota Padang, Titie (43), saat ia bersama keluarga melakukan perjalanan ke Solok Selatan pada Rabu pagi (4/12). “Kondisi di Sitinjau Lauik masih lancar, meskipun ada truk yang sudah mengalami kerusakan di jalur tersebut. Meskipun truk ini masih bisa dilewati, situasi tersebut menyebabkan gangguan. Namun, saat perjalanan pulang ke Padang, keadaan berubah drastis,” tulis Titie di akun facebook.

Kondisi "Basilengkang Pengkang"

Dari titik RM Mintuo sudah terlihat antrian panjang kendaraan di kedua sisi jalan, baik truk maupun mobil pribadi. Kemacetan total membuat kendaraan berhenti dan mesin dimatikan. Tidak ada mobil yang bisa melintas, bahkan dari arah bawah pun sangat sedikit kendaraan yang bisa lewat.

Perjalanan semakin terhambat ketika kendaraan mencoba melaju lebih jauh. Di kawasan panorama 1, jalan benar-benar macet dan tidak ada pilihan lain selain berhenti. Beberapa pengemudi mencoba mencari jalan keluar, namun kondisi jalan yang sesak membuat mereka kesulitan.

Seorang pengemudi yang telah memantau situasi dari bawah memberi tahu bahwa kondisi lalu lintas tidak jauh berbeda, di mana kendaraan tidak bisa naik ke atas atau turun dengan lancar.

Akibatnya, banyak pengemudi yang memutuskan untuk berbalik arah. Kondisi ini semakin diperparah oleh cuaca hujan. Anak-anak yang biasa mengatur lalu lintas di Sitinjau Lauik juga tidak bisa memberikan informasi yang jelas kepada pengemudi mengenai kapan kemacetan ini akan teratasi. Terlihat di lokasi para pedagang nasi goreng yang memanfaatkan kesempatan untuk menjual dagangannya kepada para pengemudi yang terjebak macet.

Kerugian yang Diderita

Kemacetan panjang seperti ini tidak hanya merugikan para pengemudi, tetapi juga berdampak pada ekonomi. Angkutan penumpang, barang, bahkan hasil bumi dan produk pabrik, semuanya terhambat dan menyebabkan kerugian besar.

Proses distribusi barang menjadi terhenti, sementara pengemudi yang terjebak macet harus menghadapi ketidakpastian waktu kapan jalan akan kembali lancar.

Kejadian macet yang terjadi di Sitinjau Lauik adalah salah satu contoh betapa mendesaknya tindakan dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan kemacetan yang sering terjadi di sana.

Masalah seperti ini sudah berlangsung cukup lama, dan memerlukan solusi yang lebih pasti agar tidak merugikan banyak pihak. Diperlukan koordinasi antara instansi terkait untuk memastikan lalu lintas di kawasan ini dapat berjalan dengan lancar, termasuk penempatan petugas yang memadai dan pengawasan terhadap kendaraan besar yang dapat menyebabkan gangguan, terutama truk over load over dimension (ODOL).

Pemerintah juga perlu memberikan perhatian lebih pada infrastruktur jalan dan fasilitas pendukung lainnya, agar tidak terjadi lagi kemacetan yang berlarut-larut seperti ini.

Jika ada langkah nyata jangka pendek dari pemerintah, diharapkan kemacetan yang sering terjadi di Sitinjau Lauik dapat teratasi dan tidak berdampak lebih jauh terhadap perekonomian masyarakat. Atau masyarakat harus menunggu hingga Fly Over Sitinjau Lauik selesai dibangun? (*)

Editor : Hendra Efison
#Basilengkang Pengkang #kerugian #macet sitinjau lauik #penyebab #solusi #Fly Over Sitinjau Lauik