Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Daging di Pasar Raya Padang Tembus Rp150 Ribu

Shyntia Aprizani • Rabu, 11 Desember 2024 | 11:03 WIB

Salah seorang pedagang daging di Pasar Raya Padang sedang melayani pembeli, Selasa (10/12).
Salah seorang pedagang daging di Pasar Raya Padang sedang melayani pembeli, Selasa (10/12).
PADEK.JAWAPOS.COM–Harga daging sapi di Pasar Raya Padang terpantau mengalami kenaikan jelang momen Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sejumlah pedagang menyebut, kenaikan harga daging tersebut sudah berlangsung sejak beberapa hari yang lalu.

Pantauan Padang Ekspres, Selasa (10/12) saat ini harga daging sapi di pasar sudah menembus angka Rp150 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga daging sapi berada pada angka Rp120 ribu sampai Rp130 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang daging di Pasar Raya Padang, Yanto mengungkapkan, kenaikan harga ini dipicu salah satunya oleh meningkatnya permintaan daging menjelang Natal dan Tahun Baru.

“Permintaan daging sapi biasanya meningkat pada akhir tahun, terutama pada perayaan Natal dan Tahun Baru. Hal ini menyebabkan harga daging merangkak naik,” ujar Yanto saat ditemui di lapaknya.

Menurutnya, meskipun stok daging cukup, namun harga yang terus naik sulit untuk dibendung akibat tingginya permintaan di pasaran.

Pedagang lainnya, Nasrul, merasakan dampak dari kenaikan harga tersebut. “Saat ini, harga daging sapi di lapak saya mencapai Rp145 ribu sampai Rp150 ribu per kilogram, naik dari harga sebelumnya yang hanya Rp130 ribu,” kata Nasrul.

Ia menambahkan, meskipun harga naik, dirinya tetap harus mengikuti harga pasar agar tidak kehilangan pelanggan. Menurutnya, persaingan antar pedagang daging cukup ketat, sehingga harga jual pun harus disesuaikan dengan harga pasar.

Ia berharap harga daging dapat segera stabil setelah liburan berakhir. Ia pun berharap pemerintah dapat turun tangan untuk mengatasi lonjakan harga yang membebani masyarakat.

Di sisi lain, pembeli juga merasakan dampak langsung dari kenaikan harga daging ini. Darwina Arhami, salah seorang pembeli mengungkapkan kekecewaannya atau kenaikan harga daging tersebut.

“Kenaikan harga daging sangat terasa sekali. Sebelumnya saya bisa membeli daging dengan harga lebih terjangkau, namun sekarang saya harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk mendapatkan daging yang sama,” ujar Darwina.

Terpisah, Pengamat Ekonomi Syafrudin Karimi mengungkapkan, kenaikan harga daging memang seringkali terjadi menjelang musim liburan. Permintaan yang tinggi selama periode Natal dan Tahun Baru membuat pasokan daging terbatas, sementara pedagang tetap harus menyesuaikan harga dengan biaya distribusi yang meningkat.

Namun, meskipun faktor musiman menjadi penyebab utama, para pedagang juga mengakui bahwa harga bahan baku dan transportasi yang semakin tinggi turut berperan dalam merangkaknya harga daging.

Kenaikan harga daging ini tidak hanya terjadi di Pasar Raya Padang, tetapi juga di pasar-pasar lain di daerah tersebut. Beberapa pembeli yang datang ke pasar tradisional juga mengeluhkan hal yang sama, yaitu tingginya harga daging.

Dalam beberapa kasus, pembeli yang biasa membeli daging dalam jumlah banyak terpaksa mengurangi pembelian mereka karena harga yang terlalu tinggi.

Kendalikan Harga

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang Syahendri Barkah mengatakan, kenaikan harga adalah hal yang wajar karena menjelang hari-hari besar seperti Natal dan Tahun Baru, hari raya Idul Fitri, hari raya Idul Adha dan bulan Ramadhan.

“Hal ini adalah hal yang wajar. Kami tentu tidak akan membiarkan masyarakat merasa kesulitan dengan adanya kenaikan harga ini. Kami pastikan harganya tetap stabil dengan melaksanakan operasi pasar,” jelasnya. (shy)

Editor : Adetio Purtama
#pasar raya padang #nataru #Dinas Perdagangan Kota Padang #harga daging naik