Sejak lima tahun terakhir, ia tidak lagi bekerja sebagai pencari batu untuk diolah menjadi batu penggiling cabai (batu lado).
"Jika angin kencang, kami selalu khawatir rumah kami bisa diterbangkan," ungkap Suhardi, Selasa 24 Desember 2024, kepada rombongan kecil yang datang ke rumahnya.
Suhardi mengakui bahwa ia tidak dapat membangun rumah baru karena keterbatasan biaya dan usianya yang semakin tua. Tiga anaknya pun belum bekerja, dan beberapa di antaranya masih berstatus pelajar.
Ya itu dulu, tapi tidak di hari menjelang 2024 berakhir. Warga Kelurahan Limau Manis Selatan, Kecamatan Pauh, Kota Padang itu, kini mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada PT Semen Padang. Rupanya, Semen Padang telah membedah gubuk reotnya menjadi rumah layak huni.
Rombongan kecil itu datang untuk acara serah terima rumah baru, yang diserahkan secara resmi melalui Forum Nagari Limau Manis Selatan.
Suhardi tidak bisa menyembunyikan rasa syukurnya atas bantuan yang diberikan. Rumah yang baru dibangun ini kini memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi dirinya dan keluarganya.
Acara serah terima kunci rumah ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Ketua Forum Nagari Kelurahan Limau Manis Selatan Budi Syafrianto, Staf TJSL PT Semen Padang Nurwan, Staf Ahli Pemko Padang Syahrial Kamat, serta Anggota DPRD Padang Rafdi. Kehadiran mereka menambah makna dari bantuan ini.
Syahrial Kamat mengungkapkan bahwa program bedah rumah ini merupakan contoh nyata dari upaya PT Semen Padang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Ia berharap program semacam ini bisa berlanjut, memberikan manfaat kepada lebih banyak keluarga yang membutuhkan.
“Semakin banyak rumah yang dibedah, semakin banyak keluarga yang merasakan manfaatnya,” harap Syahrial.
Budi Syafrianto, Ketua Forum Nagari Limau Manis Selatan, juga menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada PT Semen Padang.
“Program Sepablock yang dihadirkan oleh PT Semen Padang memberikan harapan baru bagi warga kami yang kurang mampu. Rumah adalah simbol kebanggaan dan harga diri di Minangkabau, dan bantuan ini sangat berarti bagi keluarga yang menerima,” ujar Budi.
Rumah yang dibangun berukuran tipe 36 dengan satu kamar tidur dan satu kamar mandi. Material yang digunakan untuk dinding adalah Sepablock (bata interlock Semen Padang), sedangkan kuda-kuda atap menggunakan kayu dengan penutup atap seng. Rumah ini menelan biaya sebesar Rp65 juta, di mana Rp56 juta di antaranya merupakan kontribusi dari PT Semen Padang. Proses pembangunan rumah ini memakan waktu selama 20 hari.
Dengan bantuan ini, Suhardi dan keluarganya kini dapat menikmati tempat tinggal yang lebih aman dan nyaman. Bantuan rumah ini tidak hanya meningkatkan kualitas hidup mereka, tetapi juga menjadi simbol harapan dan perubahan yang nyata bagi warga kurang mampu di Kelurahan Limau Manis Selatan.(*)
Editor : Hendra Efison