Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pedagang Keluhkan Pasar Raya Fase VII Sepi

Shyntia Aprizani • Selasa, 7 Januari 2025 | 08:10 WIB

 

Kondisi terkini di salah satu lorong di Pasar Raya Fase VII yang terlihat bersih dan rapi, kemarin.
Kondisi terkini di salah satu lorong di Pasar Raya Fase VII yang terlihat bersih dan rapi, kemarin.
PADEK.JAWAPOS.COM—Meskipun pembangunan Pasa Raya Fase VII telah rampung dan lebih dari seratus pedagang mulai menempati lokasi baru, para pedagang yang berada di lantai dua masih menghadapi tantangan besar. Minimnya pembeli yang datang membuat mereka mengeluhkan penurunan pendapatan secara signifikan.

Salah seorang pedagang di Pasar Raya Fase VII Rahmawati menyebut terjadi penurunan pendapatan hingga 60 persen dibandingkan sebelum pindah ke Pasar Raya Fase VII.

“Orang-orang mungkin malas naik ke lantai dua. Situasi ini sangat memprihatinkan karena kami sudah mengikuti aturan pemerintah untuk pindah ke sini,” ujarnya.

Ia meminta pemerintah kota untuk segera mencari solusi guna meningkatkan kunjungan ke lantai dua. Salah satu usulan yang muncul adalah penambahan fasilitas untuk mempermudah akses pengunjung.

“Jika akses ke lantai dua lebih mudah, saya yakin pembeli akan lebih banyak datang,” kata Rahma.

Selain itu, pedagang juga berharap adanya promosi yang lebih gencar dari pihak pengelola pasar untuk mengenalkan lantai dua kepada masyarakat. “Promosi sangat penting agar orang tahu kalau di lantai dua juga banyak barang menarik yang bisa mereka beli,” ujar Rahmawati.

Ia berharap aspirasi ini mendapat perhatian serius agar Pasar Raya Fase VII dapat menjadi lokasi yang mendukung kelangsungan hidup para pedagang.

“Harapan kami sederhana. Kami hanya ingin tempat ini ramai pembeli. Kalau seperti ini terus, kami tidak tahu bagaimana bertahan,” tutupnya dengan penuh harap.

Rahman Sutanto, seorang pedagang aksesoris, mengungkapkan bahwa akses tangga menuju lantai dua menjadi salah satu penyebab sepinya pengunjung.

“Mungkin pembeli malas mendaki tangga untuk sampai ke lantai dua. Akibatnya, hanya sedikit orang yang datang ke toko saya, bahkan terkadang hanya satu atau dua orang saja dalam sehari,” ungkap Rahman.

Ia juga mengeluhkan bahwa pendapatannya menurun drastis setelah pindah ke lokasi baru. “Sebelum pindah ke sini, penghasilan saya lebih baik. Sekarang, pengunjung hanya melihat-lihat tanpa membeli,” tambahnya.

Menanggapi kondisi itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Syahendri Barkah mengungkapkan bahwa daya tarik pedagang dalam memasarkan produk mereka menjadi salah satu kunci untuk menarik pembeli.

Ia menegaskan bahwa pembeli akan tertarik apabila pedagang mampu memasarkan barang dengan cara yang menarik dan strategis.

“Pada hari biasa, pembeli memang relatif sepi, namun pada akhir pekan seperti Sabtu dan Minggu, jumlah pengunjung meningkat. Hal ini berkaitan dengan kesibukan masyarakat di hari kerja. Pembeli biasanya menyesuaikan waktu mereka,” jelasnya.

Menurut Syahendri, strategi pemasaran yang kreatif dan efektif sangat penting, terutama di lokasi baru seperti Pasar Raya Fase VII.

“Pedagang harus mampu menjajakan barang mereka dengan cara yang menarik perhatian pembeli. Rasa penasaran dan ketertarikan adalah faktor utama yang membuat orang memutuskan untuk membeli sesuatu,” tambahnya. (shy)

Editor : Adetio Purtama
#Pasar Raya Fase VII #Pasar Raya Fase VII sepi #Syahendri Barkah #Dinas Perdagangan Kota Padang