Hal ini diungkapkannya saat menjadi narasumber dalam acara Diseminasi Teknis bersama pembudidaya ikan Sumatera Barat di Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam, Padang, Minggu (tanggal lengkap).
"Ikan merupakan salah satu makanan paling bergizi, harganya relatif murah, dan mudah ditemukan di pasar dengan harga terjangkau," ujar Alex.
Alex mengapresiasi pelatihan budidaya ikan air tawar yang diberikan kepada nelayan, terutama mengingat kondisi perairan Samudera Hindia yang seringkali tidak bersahabat.
"Ombak besar membuat nelayan tidak bisa selalu melaut. Budidaya ikan air tawar bisa menjadi solusi alternatif untuk memanfaatkan waktu ketika tidak bisa melaut," jelasnya.
Sebagai anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Sumatera Barat 1, Alex menekankan pentingnya upaya optimalisasi sumber daya nelayan. Menurutnya, hal ini sejalan dengan visi swasembada pangan Presiden Prabowo yang mencakup tidak hanya ketersediaan beras tetapi juga ikan sebagai sumber nutrisi.
"Dengan pengetahuan budidaya yang memadai, nelayan tidak perlu khawatir soal keberlanjutan ekonomi meskipun laut sebagai sumber penghasilan utama menghadapi tantangan seperti di daerah pesisir Banten," tambah Ketua PDI Perjuangan Sumatera Barat tersebut.
Dukungan Infrastruktur dan Teknologi dari BPBAT Sungai Gelam
Kepala Sub Bagian Umum BPBAT Sungai Gelam, Ma’in, menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan melalui budidaya ikan air tawar.
"Kami memiliki lokasi pelatihan budidaya ikan seluas 30 hektare di Dharmasraya. Fasilitas ini dilengkapi kolam pelatihan, ruang pertemuan, hingga penginapan," ungkapnya.
Selain itu, BPBAT Sungai Gelam juga memiliki pabrik pakan ikan di Kabupaten Pasaman. "Pakan ikan diproduksi dengan harga sesuai PNBP, yakni sekitar Rp7.800 per kg. Meski kapasitas produksi belum sepenuhnya memenuhi permintaan pasar, ini tetap membantu menekan biaya pembibitan," tambah Ma’in.
Diseminasi teknis ini diikuti oleh 200 peserta, mayoritas nelayan dan petani ikan dari Kota Padang. BPBAT juga menghadirkan ahli pembibitan ikan, Dafzel Day, untuk memberikan pelatihan intensif.
Dalam acara tersebut, Alex kembali menegaskan pentingnya ikan dalam mendukung program MBG dan upaya swasembada pangan. "Ketersediaan ikan yang melimpah dan bergizi adalah bagian penting dari ketahanan pangan nasional," pungkasnya.
Acara turut dihadiri oleh perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Kota Padang, Elvi, yang menyampaikan dukungan penuh terhadap pengembangan sektor perikanan di Sumatera Barat.
Dengan pelatihan seperti ini, diharapkan nelayan dan petani ikan semakin terampil dalam budidaya, sekaligus mendukung keberhasilan program pemerintah di bidang ketahanan pangan.(*)
Editor : Hendra Efison