Peristiwa yang berlangsung sekitar pukul 22.00 WIB ini dengan cepat menjadi viral setelah videonya tersebar luas di berbagai grup WhatsApp dan platform media sosial.
Rekaman video menunjukkan puluhan remaja berlarian di tengah jalan raya dan saling menyerang di lokasi umum tersebut. Kejadian ini langsung mendapat respons dari aparat kepolisian setelah mendapat laporan dari warga sekitar.
Kapolresta Padang, Kombes Pol Ferry Harahap, melalui Kasi Humas Polresta Padang, Iptu Hendri November, menyatakan bahwa pihaknya segera menindaklanjuti laporan tersebut dengan mengirimkan tim patroli ke lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan dan pengamanan.
"Saat petugas tiba di lokasi, tawuran sudah bubar, namun warga telah mengamankan beberapa orang yang diduga terlibat tawuran. Pelaku tersebut kemudian kami bawa ke Polsek untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut," katanya Senin (3/3/2025).
Ia menegaskan bahwa dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa. Meski demikian, pihak kepolisian tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak-anak mereka, terlebih di bulan suci Ramadan.
"Kami mengajak para orang tua untuk lebih peduli terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama di malam hari. Jangan sampai terlibat dalam kegiatan negatif yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain di tengah bulan Ramadan ini," imbuhnya.
Sebagai langkah preventif untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, Polresta Padang mengintensifkan patroli di sejumlah titik yang dinilai rawan, terutama pada waktu malam hingga dini hari. Upaya ini diharapkan dapat menciptakan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, khususnya selama bulan puasa berlangsung.
"Kami tidak akan ragu untuk bertindak tegas jika ada kelompok remaja yang kembali melakukan aksi tawuran atau tindak kriminal lainnya," tegasnya.
Sementara itu, Kapolsek Padang Timur, AKP Harmon, menjelaskan bahwa tawuran yang terjadi pada pukul 22.00 WIB itu sempat dihentikan oleh warga setempat. Pihak Polsek telah memanggil orang tua dari para pelaku untuk proses penyelidikan.
AKP Harmon juga mengingatkan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi pergaulan dan aktivitas anak-anak mereka untuk mencegah keterlibatan dalam aksi tawuran yang dapat membahayakan diri sendiri dan orang lain.
"Kami mengingatkan kepada orang tua agar lebih memperhatikan pergaulan anak-anaknya. Jangan sampai mereka terlibat dalam aksi yang merugikan diri sendiri maupun orang lain," tegas Harmon.
Saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam tawuran tersebut. Masyarakat juga diimbau untuk selalu proaktif melaporkan jika mengetahui adanya aksi serupa guna menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar. (*)
Editor : Hendra Efison