Sejak pukul 07.00 WIB, jamaah dari berbagai penjuru kota mulai berdatangan ke surau yang didirikan oleh Syekh Muhammad Thaib tersebut. Pelaksanaan salat Idul Fitri dimulai tepat pada pukul 07.44 WIB, dipimpin oleh salah seorang ulama terkemuka dari jamaah Tarekat Naqsabandiyah, Mardanus.
Mardanus menjelaskan, penetapan 1 Syawal 1446 Hijriah yang lebih awal dari ketetapan pemerintah ini didasarkan pada perhitungan yang telah mereka lakukan. Jamaah Tarekat Naqsabandiyah telah menyelesaikan ibadah puasa selama 30 hari penuh.
"Puasa kami telah genap 30 hari. Oleh karena itu, kami merayakan Idul Fitri pada hari ini," ujar Mardanus kepada wartawan setelah pelaksanaan salat Idul Fitri.
Ia berharap, seluruh ibadah puasa yang telah dilaksanakan selama sebulan penuh dapat diterima oleh Allah SWT sebagai amal ibadah.
"Semoga puasa dan salat yang kami jalani selama 30 hari ini diterima oleh Allah SWT, dan menjadi amal ibadah bagi kami di akhirat kelak," tuturnya.
Mardanus juga mengungkapkan, penetapan awal puasa dan 1 Syawal ini dilakukan melalui proses musyawarah yang melibatkan seluruh jamaah Tarekat Naqsabandiyah.
"Dalam menentukan awal puasa dan Idul Fitri, kami selalu bermusyawarah. Kami menghitung sejak bulan Rajab hingga bulan Syakban. Dari perhitungan itulah kami menetapkan awal puasa jatuh pada Kamis, 27 Februari 2025," jelasnya.
"Dengan demikian, setelah 30 hari berpuasa, kami menetapkan 1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada hari ini," imbuhnya.
Ia menambahkan, metode penetapan awal puasa dan Idul Fitri ini telah dilakukan secara turun-temurun, berdasarkan ajaran yang diwariskan oleh para guru mereka.
"Perhitungan ini berdasarkan ajaran yang diberikan oleh guru-guru kami, dan itulah yang kami terapkan hingga saat ini," tegasnya.
Pelaksanaan salat Idul Fitri ini tidak hanya dilakukan di Kota Padang, tetapi juga secara serentak di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. "Salat Idul Fitri ini dilaksanakan secara serentak di Padang dan Solok," ungkap Mardanus.
Sebelumnya, pengurus sekaligus imam Surau Baru, Zahar, menjelaskan bahwa penetapan awal puasa dan Idul Fitri oleh jamaah Tarekat Naqsabandiyah dilakukan melalui metode hisab, rukyah, dalil, ijma, dan qiyas. Melalui proses tersebut, disepakati bahwa 1 Syawal 1446 Hijriah jatuh pada hari ini.
Menurut Zahar, ibadah puasa selama 30 hari memiliki makna yang sangat mendalam bagi jamaah Tarekat Naqsabandiyah. "Makna puasa 30 hari ini adalah untuk menyempurnakan pemahaman dan pelaksanaan ajaran Islam," pungkasnya. (*)
Editor : Hendra Efison