Sampai saat ini gelombang laut terus menggerus daratan Pantai Aia Manih. Dan sampai saat ini pula, hari Selasa (6/5/2025), satu keluarga masih bertahan di tenda darurat.
Rumah mereka terdampak langsung abrasi yang memporak-porandakan dapur, kamar mandi, dan bagian belakang rumah. Bahkan, rumah dua anak Bahrudin yang berdiri di sisi rumah utamanya juga mengalami kerusakan serupa.
“Kami hanya diberi satu tenda dan sembako. Tapi saat hujan, air masuk ke tenda. Kami tidak bisa tidur,” keluh Bahrudin. Ia menilai bantuan seadanya tersebut belum menjadi solusi atas bencana abrasi yang terus berulang.
Abrasi Mengancam Permukiman dan Infrastruktur
Abrasi paling parah terjadi di bagian barat Pantai Air Manis, wilayah yang berbatasan langsung dengan pemukiman warga. Pohon-pohon tumbang karena akar tercabut, dinding rumah jebol, dan ombak kerap menyapu sampai ke halaman. Jalan menuju permukiman rusak dan dipenuhi sampah yang terbawa ombak.
Warga seperti Yanti (34) mengaku dua pekan lalu ombak kembali menghantam hingga ke depan rumahnya. Mereka berinisiatif membangun penghalang air laut dari karung berisi pasir karena tanggul batu pemecah ombak tidak menjangkau rumah mereka.
“Pasang naik sering membuat air laut masuk ke halaman. Meski cuma sebatas mata kaki, kami tetap takut. Terlebih saat malam,” ujar Yanti.
Harapan Warga: Solusi Jangka Panjang
Warga Pantai Aia Manih berharap adanya penanganan serius dari pemerintah, khususnya pembangunan tanggul penahan ombak permanen. Menurut mereka, tindakan nyata diperlukan untuk mencegah daratan terus terkikis dan rumah-rumah hanyut ke laut.
“Kalau tidak segera ditangani, bisa-bisa rumah kami ikut habis,” ujar Viany, salah satu warga yang kini hidup dalam kecemasan setiap kali cuaca ekstrem menerjang.
Pantai Purus Juga Terancam Abrasi
Kondisi serupa juga terjadi di Pantai Purus, Kota Padang. Abrasi di kawasan ini mengancam area parkir kapal nelayan dan telah merusak beberapa perahu.
“Terakhir abrasi besar itu seminggu lalu saat hujan lebat. Kapal saya rusak dihantam ombak,” kata Bonar, nelayan setempat. Ia berharap pemerintah segera turun tangan sebelum situasi semakin membahayakan aktivitas ekonomi warga.
Warga di dua kawasan pesisir ini kini menanti langkah cepat dan konkret dari pihak berwenang untuk mengatasi abrasi yang terus mengikis harapan mereka akan hidup tenang di tepi laut.(shy)
Editor : Hendra Efison