Peristiwa kebakaran yang menghanguskan sekitar 15 x 20 meter persegi area gudang ini menyebabkan kerugian material yang diperkirakan mencapai Rp1 miliar.
Kepala Bidang Operasi dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Rinaldi, menyampaikan bahwa laporan kejadian diterima pihaknya pada pukul 01.46 WIB.
"Enam unit armada pemadam kebakaran beserta 60 personel segera diterjunkan ke lokasi yang berjarak sekitar 9,1 kilometer dari Mako Damkar," kata Rinaldi.
Unit pertama tiba di lokasi kejadian pada pukul 01.57 WIB dan proses pemadaman berlangsung intensif hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 02.55 WIB.
Kronologi kejadian bermula ketika saksi bernama Romi, (27) seorang satpam, melihat kobaran api di dalam gudang spring bed. Romi kemudian segera melaporkan kejadian tersebut kepada Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang untuk penanganan lebih lanjut.
"Situasi di sekitar lokasi sempat menjadi tantangan bagi petugas Damkar karena area yang padat material dan akses jalan yang relatif sempit," ujar Rinaldi.
Akibat insiden ini, satu unit gudang produksi busa kasur seluas sekitar 15 x 20 meter persegi mengalami kerusakan berat. Meskipun demikian, petugas berhasil menyelamatkan aset senilai kurang lebih Rp 3 miliar serta dua bangunan gudang lainnya yang berpotensi terdampak.
"Tidak ada laporan korban luka maupun korban jiwa dalam peristiwa kebakaran gudang Bigland ini. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang," ungkap Rinaldi.
Yogi, (35) Kepala Cabang Bigland, tercatat sebagai pemilik bangunan yang terbakar. Selain Romi, saksi lain yang turut memberikan keterangan adalah Gusmanto, (55) Ketua RT setempat.
Selain personel dari Dinas Damkar Kota Padang, pihak Kepolisian dan PMI juga turut serta di lokasi kejadian untuk membantu proses penanganan dan pengamanan.(*)
Editor : Hendra Efison