Kepala BBPPKS Padang, Nuryadi, Selasa (10/6) menjelaskan empat gedung yang sedang direnovasi terdiri dari dua gedung utama yang berisi enam ruang kelas dan satu perpustakaan, satu gedung asrama dengan fasilitas ruang tidur dan sanitasi, dan satu gedung pendukung untuk laboratorium, unit kesehatan siswa, dan lapangan sepakbola.
“Untuk sementara, pelaksanaan Sekolah Rakyat akan menggunakan gedung BBPPKS. Pemerintah Kota Padang sedang mengupayakan lahan baru untuk pembangunan gedung,” ujar Nuryadi, Selasa (10/6).
Lahan yang direncanakan untuk pembangunan gedung Sekolah Rakyat berada di UPT TPU Wilayah III, Jalan Raya Padang-Painan KM 23, Kecamatan Bungus Teluk Kabung. Namun, sambil menunggu pembangunan gedung baru, renovasi gedung BPPKS terus dipercepat.
Nuryadi menjelaskan bahwa mekanisme penyediaan sarana dan prasarana sekolah berada di bawah wewenang Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PUPR Wilayah Sumatera Barat.
Sementara itu, fasilitas pendukung seperti buku, bangku sekolah, dan seragam masih menunggu koordinasi dengan Kementerian Sosial pusat.
“Gedung dan ruang kelas sedang diperbaiki oleh PUPR, sedangkan perlengkapan belajar masih menunggu dari Kemensos pusat,” jelasnya.
Sekolah Rakyat akan membuka enam rombongan belajar (rombel) setara SMP dengan kuota sekitar 150 siswa. Seluruh siswa akan tinggal di asrama dengan sistem pendidikan yang mengacu pada kurikulum Kemendikbud, namun diperkaya dengan muatan pendidikan karakter.
“Fokus utama Sekolah Rakyat adalah pembentukan karakter, terutama bagi siswa dari keluarga ekonomi lemah yang rentan terhadap masalah psikologis dan sosial,” ungkap Nuryadi.
Kegiatan harian siswa dimulai dengan Shalat Subuh berjamaah (bagi muslim) atau bimbingan rohani (non-muslim), dilanjutkan sarapan pagi, pembelajaran formal, dan kegiatan ekstrakurikuler seperti seni, olahraga, serta pelatihan keterampilan.
Proses seleksi calon siswa telah berjalan, dengan usulan nama-nama yang diajukan ke Dinas Sosial Kota Padang, wali kota, hingga Kementerian Sosial pusat. Meskipun siswa tinggal di asrama, orangtua tetap diperbolehkan menjenguk, kecuali pada hari libur.
“Kami tidak menghalangi kunjungan orangtua, karena peran keluarga tetap penting dalam pendampingan anak,” tegas Nuryadi.
Selain jenjang SMP, Sekolah Rakyat juga akan membuka dua kelas SMA bekerja sama dengan Universitas Negeri Padang (UNP). Namun, prioritas saat ini tetap pada penguatan program SMP sebagai tahap awal.
Diharapkan, seluruh persiapan operasional, termasuk tenaga pendidik dan pengelola asrama, dapat terselesaikan tepat waktu sehingga Sekolah Rakyat dapat berjalan efektif mulai Juli 2024. (cr1)
Editor : Adetio Purtama