Hal ini diungkapkan Ketua Panitia Kongres, Muhammad Riendra dalam rapat perdana kepanitiaan di Padang, Kamis (3/7/2025) malam.
“Rangkaian kegiatan Kongres akan dimulai pada momentum Diesnatalis Universitas Andalas yang diperingati setiap tanggal 13 September,” kata Riendra.
Menurut Riendra, pemilihan tanggal pelaksanaan kongres sudah melalui berbagai pertimbangan, termasuk masa akhir jabatan kepengurusan periode 2021-2025 yang jatuh pada 9 Oktober 2025.
“Artinya, pelaksanaan kongres harus dilakukan sebelum tanggal tersebut,” ujarnya.
Dalam rapat yang juga dihadiri Ketua Panitia Pengarah Munzir Busniah, diputuskan pula bahwa penetapan tema dan konsep acara akan dilakukan dalam tiga hari ke depan.
Setelah itu, panitia pengarah dijadwalkan melakukan rapat lanjutan dalam sepekan berikutnya untuk menindaklanjuti keputusan tersebut.
Rapat juga meminta seluruh bidang dalam panitia pelaksana segera menyusun draft proposal kegiatan.
Proposal tersebut nantinya akan dikompilasi oleh tim sekretariat untuk disahkan sebagai proposal resmi acara kongres.
“Usulan kegiatan ini diharapkan sudah masuk sebelum rapat panitia pelaksana minggu depan,” tambah Riendra.
Untuk memeriahkan acara, panitia sepakat mengadakan berbagai pra-event sebagai ajang sosialisasi sekaligus penggalangan dana.
Kegiatan pra-event tersebut mencakup penjualan merchandise, pemeriksaan kesehatan, jalan santai, perlombaan anak, dan permainan rakyat lainnya.
Panitia juga menetapkan sekretariat kongres bertempat di Jalan Mangunsarkoro, Padang, yang merupakan kantor DPP IKA Unand, dan akan didukung oleh staf UPZ sebagai perwakilan panitia.
Sementara itu, Ketua Panitia Pengarah, Munzir Busniah menekankan pentingnya kongres sebagai ajang strategis untuk keberlanjutan organisasi IKA Unand.
“Kami akan segera menyosialisasikan pelaksanaan Kongres VII ini, terutama kepada ketua IKA fakultas, wilayah, dan pengurus lainnya,” ujar Munzir, yang juga anggota Majelis Wali Amanat Universitas Andalas.
Muchsin AR, salah satu anggota penanggung jawab kongres, menambahkan bahwa tugas utama panitia pengarah adalah menyusun draf Tata Tertib Persidangan dan pokok-pokok program kerja organisasi ke depan.
“Tugas DPP sesuai AD/ART setelah terbentuknya kepanitiaan kongres adalah menyampaikan surat pemberitahuan kepada seluruh perangkat organisasi, termasuk Dewan Pembina, Dewan Penasehat, Dewan Pakar, dan DPD-DPC,” jelas Muchsin.
Ia juga menekankan pentingnya menetapkan status peserta kongres melalui Surat Keputusan DPP IKA Unand agar hak suara dalam pemilihan berjalan sesuai aturan.
Kepengurusan panitia kongres ini ditetapkan melalui SK Nomor 02/K/DPP IKA UNAND/VI/2025, yang ditandatangani oleh Ketua Umum DPP IKA Unand Rustian dan Sekjen Reni Mayerni pada 18 Juni 2025. Dalam SK tersebut, Mahyeldi, Efa Yonedi, dan KSB ditunjuk sebagai penasehat kongres.
Sejumlah nama tokoh alumni yang kini menjabat di lembaga pemerintahan dan publik juga masuk dalam struktur panitia, antara lain Rahmat Saleh dan Cindy Monica dari DPR RI, Gusti Candra (Dirut BN), Benni Warlis (Bupati Agam), dan Ibnu Azis (Wakil Wali Kota Bukittinggi).
Penanggung jawab kongres diketuai M Shadiq Pasadigoe, didampingi anggota seperti Muchsin AR, Insannul Kamil, Imelda Sari, Yul Akhyari Sastra, dan Feri Arlius.
Panitia pengarah dipimpin oleh Munzir Busniah, dengan Hary Efendi Iskandar sebagai sekretaris dan anggota antara lain Deddy Prima Putra, Suwirman, Sofyan, Hidayat, Azri Firwan, Teddy Alfonso, M Jamil, dan Musfi Yendra.
Sementara itu, Muhammad Riendra dari IKA Fakultas Kedokteran ditunjuk sebagai Ketua Panitia Pelaksana, dengan Ferdinal Asmin (IKA FATETA) sebagai sekretaris dan Roni Edrian (IKA FEB) sebagai bendahara.
Struktur pelaksana juga dilengkapi oleh wakil ketua Marwansyah (IKA FISIP), wakil sekretaris Rinawati (IKA FISIP), dan wakil bendahara Afino Stefi (IKA FH). Panitia dibantu sejumlah bidang yang terdiri dari sekretariat, dana, persidangan, konsumsi, humas, perlengkapan, akomodasi, dan acara.(*)
Editor : Hendra Efison