Persiapan fasilitas dan operasional di Kota Padang telah mencapai 90 persen, dan proses akhir seperti pembersihan kelas dan pengecatan tengah dilakukan oleh Kementerian PUPR.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteraan Sosial (BBPPKS) Padang, Nuryadi, Minggu (6/7). Ia menyebutkan, proses serah terima fasilitas antara PUPR dan BBPPKS akan dilaksanakan pada 9 hingga 10 Juli 2025.
“Tinggal pembersihan kelas dan pengecatan. Proses serah terima fasilitas dijadwalkan minggu depan. Secara umum kesiapan sudah 90 persen,” ujar Nuryadi.
Dijelaskan, Sekolah Rakyat di Padang akan menerima 150 siswa angkatan pertama, yang seluruhnya berasal dari keluarga miskin ekstrem desil 1 dan 2. Mereka telah melalui proses verifikasi dan akan mendapatkan pendidikan gratis seratus persen tanpa pungutan biaya sepeser pun.
Para siswa berasal dari 11 kecamatan dan akan menempuh pendidikan dengan sistem asrama penuh (24 jam) di bawah naungan BBPPKS Kemensos Padang, yang menjadi pelaksana teknis dan operasional sekolah.
“Kami pastikan tidak ada biaya. Mulai dari makan, seragam, perlengkapan belajar, hingga kebutuhan asrama seluruhnya disediakan oleh pemerintah,” tegas Nuryadi.
Sekolah Rakyat akan memulai kegiatan belajar mengajar di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP), dengan menggunakan kurikulum nasional seperti sekolah formal pada umumnya.
Namun, terdapat tambahan pembelajaran berupa pendidikan karakter dan keterampilan sosial, sebagai bentuk penguatan nilai-nilai kemandirian dan tanggung jawab.
Terdapat 6 rombongan belajar (rombel) yang masing-masing terdiri dari 25 siswa. Setiap kamar asrama akan diisi oleh empat siswa, dilengkapi dengan tempat tidur, meja, kursi, lemari pakaian, hingga ruang makan umum dengan fasilitas meja makan.
“Peralatan belajar dan mebel seperti meja, kursi sudah sampai di lokasi. Tempat tidur dan perlengkapan asrama juga telah tersedia. Ukuran seragam siswa juga sudah dikumpulkan dan tengah diproses oleh pusat,” kata Nuryadi.
Sebelum masa belajar dimulai, BBPPKS Padang akan menggelar orientasi dan pengenalan lingkungan sekolah yang melibatkan siswa dan wali murid.
Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan sistem belajar, aturan asrama, serta menjalin komunikasi awal antara orang tua dan pihak sekolah.
Lebih lanjut, Nuryadi menambahkan, program ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam menjawab tantangan pendidikan anak-anak dari keluarga tidak mampu yang selama ini terkendala biaya dan akses.
“Ini bukan hanya soal pendidikan gratis, tapi juga tentang membangun masa depan anak-anak dari keluarga miskin ekstrem agar memiliki kesempatan yang sama untuk maju,” ujarnya. (cr1)
Editor : Adetio Purtama