Berdasarkan hasil analisis Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa ini memiliki parameter magnitudo M4,3.
Episenter gempa terletak pada koordinat 1,22° LS dan 99,76° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 73 kilometer barat daya Padang, Sumatera Barat, dengan kedalaman 23 kilometer.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Padangpanjang, Dr. Suaidi Ahadi menyampaikan bahwa berdasarkan lokasi episenter dan kedalaman, gempa yang terjadi termasuk dalam kategori gempa dangkal. Gempa ini dipicu oleh aktivitas Sesar Mentawai.
Berdasarkan estimasi peta guncangan BMKG, gempa dirasakan di wilayah Padang pada skala intensitas II–III MMI. Artinya, getaran dirasakan oleh banyak orang dan terasa nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk besar yang melintas. Benda-benda ringan yang digantung pun bergoyang.
Hingga saat ini, belum ada laporan mengenai dampak kerusakan akibat gempa tersebut. Selain itu, hasil monitoring BMKG hingga pukul 14.46 WIB belum menunjukkan adanya aktivitas gempa bumi susulan (aftershock).
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang retak atau rusak akibat gempa, serta memeriksa kondisi bangunan sebelum kembali ke dalam rumah guna menghindari potensi bahaya.
Informasi resmi terkait gempa bumi hanya disampaikan oleh BMKG melalui kanal resmi yang telah terverifikasi.(*)
Editor : Heri Sugiarto