Ratusan perwakilan jejaring kota kreatif dari seluruh Indonesia yang tiba di ibu kota Sumatera Barat tidak hanya disambut secara seremonial, tetapi juga disuguhi pengalaman budaya yang otentik.
Baca Juga: Langkah Strategis Pembangunan, RPJMD 2025–2029 Dharmasraya Disepakati
Sejak mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), para peserta langsung disambut alunan musik tradisional talempong.
Pengalaman berlanjut saat rombongan diarahkan menuju Stasiun BIM. Di sana, KAI telah menyiapkan hidangan kuliner lokal khas seperti lapek bugih, sala lauak, dan kacimuih, sembari diiringi hiburan musik akustik.
Perjalanan kemudian dilanjutkan menggunakan Kereta Api Minangkabau Ekspres menuju Stasiun Pulau Aie, gerbang menuju kawasan Kota Tua Padang yang bersejarah.
Baca Juga: MU Tolak Tawaran 5 Klub, Maguire Siap Pensiun di Old Trafford?
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah bukti nyata sinergi untuk membangun ekosistem kreatif daerah.
“Kami siap mendukung penuh kegiatan Rakornas ICCN di kota Padang. Kolaborasi dengan ICCN ini menunjukkan bahwa transportasi publik juga bisa menjadi medium promosi budaya dan identitas lokal,” ujar Reza.
Setibanya di Stasiun Pulau Aie, atmosfer heritage Kota Tua Padang menyambut para peserta.
Baca Juga: Bejat, Kakek Diduga Cabuli Cucu Berkali-kali
Momen paling menarik adalah kehadiran komunitas angkot kreatif Padang yang menjemput rombongan dengan armada penuh warna—sebuah ikon transportasi kreatif lokal yang sempat viral secara nasional.
Ketua Pelaksana Rakornas ICCN 2025, Yulviadi Adek, menyampaikan apresiasinya atas dukungan total yang diberikan KAI.
“Apresiasi besar untuk PT KAI yang telah menyiapkan penyambutan luar biasa ini. Momentum ini bukan sekadar acara, tapi penguatan jejaring nasional dan pengenalan wajah kreatif Kota Padang,” ungkap Yulviadi, yang juga Koordinator Daerah ICCN Sumbar.
Baca Juga: Potensi Erupsi dan Lahar Dingin masih Ada, Gunung Marapi Berstatus Waspada
Sebagai penutup rangkaian hari pertama, seluruh peserta turut berbaur dengan masyarakat dalam kemeriahan pawai budaya Telong-telong, yang merupakan bagian dari perayaan Hari Jadi Kota Padang ke-356.
Reza berharap sinergi lintas sektor ini dapat menjadi model bagi daerah lain.
“KAI akan terus mendukung setiap inisiatif yang menghadirkan dampak positif bagi masyarakat. Kolaborasi lintas sektor seperti ini menunjukkan Sumatera Barat bisa menjadi contoh kota kreatif yang terhubung, inklusif, dan berkelanjutan,” pungkasnya.(*)