PADEK.JAWAPOS.COM–Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas II Minangkabau mengingatkan masyarakat Kota Padang dan sekitarnya agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
Fenomena ini dipicu oleh adanya konvergensi atmosfer yang sejak beberapa hari terakhir terpantau muncul di wilayah Sumatera Barat.
Kepala BMKG Kelas II Minangkabau, Desrindra Dedy Kurnia, menjelaskan bahwa konvergensi atmosfer adalah pertemuan massa udara dari dua arah berbeda yang memicu pertumbuhan awan-awan konvektif.
Ia menambahkan, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai angin kencang, petir, bahkan angin puting beliung.
“Beberapa hari terakhir pola konvergensi atau shearline ini masih muncul di wilayah Sumbar. Itu yang memicu pertumbuhan awan konvektif, sehingga terjadi hujan, bahkan hujan lebat di wilayah barat Sumatera, termasuk Padang,” ujar Desrindra saat dikonfirmasi, Jumat (29/8).
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa secara klimatologis wilayah Kota Padang berada pada iklim ekatorial tipe 1 atau zona non-musim. Artinya, wilayah ini tidak mengenal musim kemarau secara tegas seperti daerah lain di Indonesia.
“Walaupun sebagian besar wilayah Indonesia saat ini sedang mengalami musim kemarau, Padang masih sering mengalami hujan. Hal ini dipengaruhi oleh posisi geografis dan karakteristik iklimnya,” tambahnya.
BMKG memperingatkan masyarakat agar tetap waspada terhadap kemungkinan cuaca ekstrem berupa hujan lebat, angin kencang, petir, hingga puting beliung. Peringatan ini berlaku untuk beberapa hari ke depan dengan pola fluktuatif.
“Biasanya konvergensi bertahan sekitar tiga hari, lalu ada jeda, kemudian muncul kembali. Untuk tiga hari ke depan, BMKG sudah merilis potensi hujan lebat di Sumbar, khususnya Kota Padang,” jelas Desrindra.
Masyarakat juga diimbau untuk selalu memperbarui informasi cuaca melalui aplikasi Info BMKG atau kanal resmi BMKG lainnya. Dengan mengaktifkan fitur notifikasi dan GPS, peringatan dini dapat diterima langsung oleh masyarakat sehingga langkah antisipasi bisa lebih cepat dilakukan.
BMKG juga mengingatkan warga yang beraktivitas di luar ruangan, tinggal di daerah rawan longsor, serta yang bermukim di sekitar aliran sungai untuk lebih berhati-hati. Pasalnya, hujan lebat berpotensi memicu banjir, pohon tumbang, maupun tanah longsor di kawasan perbukitan.
“Kewaspadaan sangat diperlukan, terutama bagi masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana. Jangan menyepelekan peringatan dini karena ini merupakan upaya kita bersama untuk meminimalisir risiko,” pungkas Desrindra. (yud)
Editor : Adetio Purtama