Hal itu terungkap saat Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau dapur MBG di bawah pengelolaan Yayasan Indonesia Maju Kosong Delapan, di Kelurahan Tanah Sirah Piai Nan XX, Kecamatan Lubukbegalung, Senin (8/9).
”Alhamdulillah, hari ini kita melihat langsung kondisi dapur MBG di Tanah Sirah Piai bersama BGN. Mudah-mudahan ini bisa kita kebut. Program ini memberdayakan banyak pihak, mulai dari swasta, ahli gizi, petani hingga pedagang pasar,” ujar Fadly.
Ia menegaskan, kebutuhan puluhan dapur MBG menjadi peluang besar bagi investor. ”Kota Padang masih membutuhkan puluhan dapur MBG. Ini peluang besar bagi para investor untuk ikut berkontribusi. Pemko Padang juga akan segera mengidentifikasi lokasi-lokasi yang sudah disiapkan agar pelaksanaannya lebih cepat,” tegas Fadly Amran.
Ia menambahkan, program ini bukan sekadar penyediaan makanan, tetapi juga bagian dari misi besar untuk menurunkan angka stunting di Kota Padang.
”Kalau anak-anak kita gizinya tercukupi, insya Allah mereka akan tumbuh sehat, cerdas, dan siap bersaing di masa depan. Karena itu, saya mengajak semua pihak, jangan ragu untuk ikut serta dalam gerakan ini. Ini adalah investasi sosial untuk generasi kita,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan BGN Pusat I Made Dewa Agung mengatakan dukungan pemerintah kota tidak hanya dibutuhkan dalam pembangunan dapur MBG, tetapi juga pada fasilitas pendukung, seperti MCK di sekolah hingga rumah potong hewan bersertifikasi.
”Target utama kita jelas. Pertama, penerima manfaat tepat sasaran. Kedua, program ini harus 0 persen insiden keracunan, sesuai arahan Presiden,” ujarnya.
Kepala Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang Alfiadi menambahkan, program MBG di Kota Padang sudah berjalan hampir 4 bulan. Saat ini sudah ada 48 dapur MBG yang mendaftar dari target 82 dapur, atau sekitar 62 persen.
”Harapan kami, para investor, yayasan, dan pihak-pihak yang peduli bisa bergerak lebih cepat, sehingga semua target dapat tercapai. Kami optimis, apalagi sudah ada beberapa pihak yang menyatakan minat membangun SPPG di Kota Padang,” ujarnya. (eri)
Editor : Adetio Purtama