Salah satu aspirasi utama warga adalah tidak berfungsinya instalasi PDAM serta program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) di beberapa titik. Masyarakat berharap kedua program ini dapat disejalankan agar distribusi air bersih bisa lebih merata dan efektif.
“Persoalan air bersih ini sangat penting bagi masyarakat, maka kita dorong agar ada koordinasi lintas instansi, agar pelayanan bisa maksimal dan tidak tumpang tindih,” ujar Usmardi Thareb dalam sesi dialog bersama peserta reses.
Menanggapi hal tersebut, pihak Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) menjelaskan bahwa saat ini jaringan pipa antara PDAM dan Pamsimas berbeda, sehingga belum bisa disatukan dalam satu sistem.
Namun, Dinas Pekerjaan Umum (PU) disebut akan menindaklanjuti persoalan teknis ini untuk mencari solusi terbaik.
Reses ini dihadiri sejumlah pejabat dan perwakilan instansi, di antaranya Kepala Bagian Pemerintahan, Bappeda Kota Padang, Bagian Hukum, para lurah se-Kecamatan Kuranji, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), PKK, serta perwakilan PDAM.
Kegiatan reses ini menjadi wadah masyarakat menyampaikan berbagai persoalan di wilayahnya, termasuk soal layanan dasar air bersih. Aspirasi tersebut akan ditindaklanjuti pihak eksekutif dan menjadi bahan evaluasi serta pembahasan lebih lanjut di DPRD Kota Padang.(yud)
Editor : Hendra Efison