Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Pedagang Beras di Pasar Raya Padang Keluhkan Sepinya Pembeli Akibat Harga Naik dan Beras SPHP

Hendra Efison • Rabu, 24 September 2025 | 19:23 WIB

Pedagang beras Pasar Raya Padang mengeluhkan sepinya pembeli akibat lonjakan harga pokok dan beras SPHP dengan harga lebih rendah.
Pedagang beras Pasar Raya Padang mengeluhkan sepinya pembeli akibat lonjakan harga pokok dan beras SPHP dengan harga lebih rendah.
PADEK.JAWAPOS.COM—Pedagang beras di Pasar Raya Padang mengeluhkan sepinya pembeli dalam beberapa pekan terakhir. Kondisi ini disebut dipicu oleh kenaikan harga bahan pokok dan beredarnya beras SPHP yang dijual lebih murah dibandingkan harga pasar.

Muhammad Aldo (22), salah seorang pedagang, menyebut daya beli masyarakat menurun drastis dibanding sebelumnya.

“Untuk sekarang daya beli masyarakat sedang mengalami penurunan. Dulu tidak sesepi sekarang. Biasanya bisa sampai Rp10 juta per minggu, sekarang hanya Rp2 juta sampai Rp5 juta,” ujarnya, Rabu (24/9/2025).

Menurut Aldo, salah satu penyebab turunnya pembelian beras adalah harga bahan pokok lain yang ikut naik. Selain itu, masyarakat lebih memilih beras SPHP karena lebih terjangkau.

“Beras SPHP itu lebih murah dibanding harga pasar. Kalau di pasar sekitar Rp62 ribu, beras SPHP hanya Rp60 ribu. Jadi kemungkinan masyarakat lebih banyak pindah ke sana,” jelasnya.

Aldo menambahkan, beras standar dengan harga terjangkau masih menjadi pilihan utama pembeli, seperti beras 42, Bukittinggi, Solok, dan Sokan.

“Tapi yang lebih banyak ke 42. Dulu harganya Rp23 ribu per gantang, sekarang paling murah Rp25 ribu per gantang,” katanya.

Ia berharap harga beras bisa kembali stabil agar pedagang dan masyarakat tidak semakin terbebani. “Harapannya harga beras kembali normal. Jangan terlalu tinggi seperti sekarang. Karena keadaan masyarakat tidak stabil, pedagang pun ikut merasakan dampaknya,” ucap Aldo.

Hal serupa juga diungkapkan Devo Loista (27), pedagang beras lainnya. Ia mengatakan harga beras jenis 42 kerap mengalami kenaikan, meski jumlahnya kecil.

“Beras 42 itu sering naik. Kayak 42 Pariaman, Solok. Naiknya paling Rp500 sampai Rp1.000 per kilo,” katanya.

Devo menuturkan, penurunan daya beli masyarakat semakin terasa. “Biasanya beras 42 ini bisa habis sampai empat karung besar per hari. Kalau sekarang, satu atau dua karung saja susah habisnya,” ungkapnya.

Menurut Devo, pembeli kini lebih banyak mencari beras dengan harga terjangkau. “Sekarang yang banyak dicari itu beras Bulog atau beras 42. Rata-rata masyarakat mencari yang murah-murah,” jelasnya.

Baik Aldo maupun Devo berharap harga beras dan bahan pokok lainnya segera kembali stabil. Mereka menilai kondisi saat ini tidak hanya menyulitkan masyarakat sebagai pembeli, tetapi juga pedagang yang harus bertahan di tengah sepinya pasar.(rafiul refdi/mg7)

Editor : Hendra Efison
#Keluhkan Sepinya Pembeli Akibat Harga Naik #Beras sphp #Pedagang Beras di Pasar Raya Padang