Tingginya angka peristiwa bencana ini mendorong BPBD meminta seluruh warga meningkatkan kewaspadaan, terutama menghadapi ancaman hidrometeorologi yang kerap terjadi.
Data resmi BPBD Kota Padang yang dirilis pada Senin (6/10) merinci berbagai jenis bencana yang menimpa ibu kota Sumatera Barat tersebut.
Gempa bumi yang dirasakan warga mendominasi dengan 312 kejadian, disusul pohon tumbang sebanyak 199 peristiwa. Sementara itu, tercatat 13 kejadian orang tenggelam atau hanyut, 3 peristiwa angin badai atau puting beliung, serta 3 kasus kebakaran hutan.
Adapun untuk kategori banjir, tanah longsor, abrasi pantai, dan kekeringan tidak tercatat dalam periode pengamatan sembilan bulan pertama tahun 2025. Namun demikian, pihak berwenang tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap potensi bencana lainnya.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton mengungkapkan, ratusan bencana ini menunjukkan bahwa Kota Padang merupakan wilayah yang waspada hidrometeorologi dan kerap dilanda cuaca ekstrem, bahkan nyaris terjadi setiap minggu.
“Kondisi geografis dan meteorologis Kota Padang memang rentan terhadap berbagai ancaman bencana. Wilayah pesisir Sumatera Barat ini hampir setiap pekan mengalami cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan kerugian material maupun korban jiwa,” kata Hendri Zulviton kepada Padang Ekspres, Senin (6/10).
Ia menegaskan bahwa gempa bumi sebagai bencana dengan frekuensi tertinggi merupakan fenomena alam yang tidak dapat dihindari atau dilawan.
Oleh karena itu, adaptasi lingkungan menjadi kunci utama dengan menerapkan prinsip tanggap, tangkas, dan tangguh dalam menghadapi guncangan.
Beberapa protokol penting harus diperhatikan ketika terjadi gempa bumi. Pertama, masyarakat diimbau untuk tidak panik dan menjaga ketenangan. Selain itu, warga perlu senantiasa mengikuti informasi resmi dari BPBD maupun instansi berwenang terkait perkembangan situasi bencana.
Kewaspadaan terhadap penyebaran informasi bohong atau hoaks juga mesti ditingkatkan agar tidak menimbulkan kepanikan yang tidak perlu. “Selain ancaman seismik, warga Kota Padang juga harus mewaspadai potensi bencana hidrometeorologi,” ujar Kalaksa.
Hujan lebat yang kerap disertai angin kencang berpotensi menyebabkan banjir, genangan air, jalan licin, hingga pohon tumbang.
Masyarakat dianjurkan untuk selalu mencari informasi cuaca resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta Pusat Pengendali Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Kota Padang.
Khusus saat terjadi hujan badai disertai angin kencang, BPBD mengimbau warga untuk menjauhi area pepohonan yang rawan tumbang.
Masyarakat juga diminta tidak memarkir kendaraan di bawah pohon besar dan menghindari berteduh di baliho maupun tiang listrik yang berisiko roboh akibat terpaan angin kuat.
“Bagi warga yang berada di sekitar sungai dan pantai, kehati-hatian ekstra diperlukan saat hujan lebat mengguyur. Pinggiran sungai dan wilayah pantai harus dihindari karena risiko abrasi dan air pasang yang meningkat drastis,” imbaunya.
Pemerintah Kota Padang melalui BPBD mengingatkan warga yang bermukim di zona rawan bencana untuk mempersiapkan langkah antisipasi sejak dini.
Persiapan tersebut mencakup penyediaan tas siaga darurat berisi kebutuhan pokok dan dokumen penting. Selain itu, pemeliharaan saluran drainase di lingkungan permukiman harus dilakukan secara rutin agar tidak tersumbat saat hujan deras turun.
BPBD Kota Padang bersama instansi terkait telah menyiagakan personel dan peralatan khusus guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem. Koordinasi lintas sektor terus diperketat untuk memastikan respons cepat bila terjadi bencana.
Masyarakat diminta tetap tenang namun tidak menurunkan kewaspadaan. Mengingat potensi bencana dapat datang kapan saja, sikap siaga menjadi hal mendasar yang harus dimiliki setiap warga.
Memasuki musim penghujan yang akan segera tiba, intensitas curah hujan di wilayah Kota Padang diprediksi terus meningkat. Puncak musim hujan diperkirakan terjadi pada November 2025, meski sejak Oktober ini intensitas hujan sudah mulai meningkat.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada khususnya memasuki musim hujan yang akan segera tiba. Curah hujan di wilayah Kota Padang akan terus meningkat dan mencapai puncaknya pada November 2025,” ujar Hendri.
Kondisi ini mengharuskan masyarakat lebih berhati-hati, terutama para pengendara kendaraan. BPBD kembali menekankan agar warga tidak berteduh di bawah pohon, baliho, atau tiang listrik ketika hujan deras disertai angin kencang melanda. (cc1)
Editor : Adetio Purtama