Tempat makan yang menjadi ikon bagi pengunjung Pasar Raya ini sempat tutup setelah gempa besar 2009 merusak bangunan Fase VII.
Aktivitas perdagangan pun menurun, hingga akhirnya Bofet Garuda berhenti beroperasi sekitar tahun 2019.
Kini, setelah renovasi gedung oleh Pemerintah Kota Padang melalui bantuan dana pusat, Bofet Garuda kembali beraktivitas dan melayani pelanggan lama maupun baru.
“Setelah lima tahun vakum, kini Bofet Garuda hadir kembali,” ujar Fikru, cucu pemilik asli Bofet Garuda, Sabtu (18/10/2025).
Fikru, generasi ketiga penerus usaha keluarga ini, mengungkapkan bahwa keluarganya sempat mengembangkan usaha di Jakarta sebelum akhirnya kembali ke kampung halaman.
“Setelah Gedung Fase VII selesai dibangun, orangtua memutuskan kembali berjualan di sini,” jelasnya.
Kini, lokasi Bofet Garuda berada di Lantai II Fase VII, sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Padang menempatkan pedagang kuliner di area aman guna menghindari risiko kebakaran.
Menu andalan seperti Soto Padang, Gado-gado, Nasi Goreng, dan Mie Goreng tetap tersedia dengan cita rasa klasik yang sama.
Minuman seperti Es Tebak, Teh Es, dan Es Jeruk juga masih menjadi favorit pelanggan. Proses memasak tetap ditangani oleh Vanni, generasi kedua sekaligus ibu dari Fikru.
“Harga makanan tetap terjangkau. Seporsi Soto Garuda Rp20 ribu, Gado-gado dan Nasi Goreng Rp15 ribu, sedangkan minuman Rp12 ribu,” kata Fikru.
Kembalinya Bofet Garuda langsung mengundang nostalgia di kalangan warga Padang. Banyak warganet berbagi kenangan masa kecil mereka di media sosial. “Semoga bisa menjemput masa lalu dengan aroma dan rasa sotonya,” tulis Firdaus Abie.
Baca Juga: Wawako Pariaman Tutup Lomba Hafalan Al-Qur’an Antar Majelis Taklim
Brigitta Lona juga mengenang masa-masa berbelanja di Pasar Raya, “Dulu tiok ke Pasar Raya pasti singgah makan gado-gado di Bofet Garuda samo teh es.”
Sementara itu, Shinta Pradesti menuliskan kenangan mendalam bersama keluarganya. “Dulu tiok diajak Ama ka pasa, Bali baju sakolah atau sekadar cuci mato ka Matahari, tapi makannyo tetap di Bofet Garuda. Menu kesukaan jo Ama, Soto Garuda pastinyo. Kalo lagi pengen tuka Salero, makan nasi goreng, minum teh es atau es jeruk. Ndeeh masih tabayang aromanyo, lokasinyo, hiruk-pikuknyo layani pelanggan. Ka maulang baliak, tapi Ama lah ndak Ado,” tulisnya penuh haru.
Dengan kembalinya Bofet Garuda, Pasar Raya Padang seakan mendapatkan kembali salah satu ikon kulinernya — tempat yang bukan hanya menyajikan makanan, tetapi juga kenangan lintas generasi.(*)
Editor : Hendra Efison