Peningkatan konsumsi ikan tersebut menjadi indikator penting bagi sektor kelautan dan perikanan dalam mendorong produksi serta kesejahteraan masyarakat, khususnya para nelayan dan pelaku usaha pengolahan hasil laut.
Data yang dihimpun Padang Ekspres pada Rabu (29/10), menunjukkan rincian AKI Kota Padang untuk tahun ini terdiri dari konsumsi ikan di dalam rumah tangga sebesar 33,05 kilogram, konsumsi di luar rumah tangga mencapai 14,36 kilogram, dan konsumsi tidak tercatat sebesar 2,84 kilogram. Angka estimasi tersebut diperhitungkan hingga Oktober 2025.
Sementara itu, data Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) tahun 2024 mencatat AKI Kota Padang berada di level 47,86 kilogram per kapita per tahun, dengan perincian konsumsi di dalam rumah tangga 31,48 kilogram, di luar rumah tangga 13,68 kilogram, dan konsumsi tidak tercatat 2,7 kilogram.
Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang, Malizar, menjelaskan bahwa peningkatan AKI tidak terlepas dari strategi promosi menyeluruh yang melibatkan berbagai sektor masyarakat.
“Kami melakukan sosialisasi terus menerus ke sekolah-sekolah untuk mengedukasi siswa yang mungkin belum terbiasa mengonsumsi ikan. Tujuannya agar tumbuh keinginan mereka untuk memasukkan ikan sebagai bagian dari menu harian,” ujar Malizar kepada Padang Ekspres, kemarin.
Menurutnya, menggerakkan masyarakat agar bergairah mengonsumsi ikan bukan hanya soal pemenuhan gizi, tetapi juga berkaitan dengan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Kandungan protein dan nutrisi tinggi dalam ikan terbukti membantu meningkatkan kerja otak serta kemampuan kognitif, terutama bagi anak-anak usia sekolah.
Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang juga memperluas jangkauan promosi ke sektor dagang. Restoran, hotel, serta pengusaha ikan di wilayah Kota Padang menjadi target promosi agar distribusi produk perikanan lebih merata dan mudah diakses konsumen.
“Program promosi kami jalankan dari hulu ke hilir. Kami ingin memastikan masyarakat terpenuhi kebutuhannya untuk mengonsumsi ikan dengan harga terjangkau dan kualitas terjaga,” tambahnya.
Peningkatan konsumsi ikan harus diimbangi dengan produksi yang memadai. Untuk itu, Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang menyediakan berbagai program bantuan bagi nelayan, baik dari sektor penangkapan ikan laut maupun air tawar.
“Kami memberikan bantuan alat tangkap dan mesin kapal kepada nelayan. Program ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk dukungan terhadap produktivitas mereka,” jelas Malizar.
Selain bantuan peralatan, dinas juga menyediakan fasilitas penyimpanan ikan seperti cold storage dan tempat penyimpanan lainnya. Fasilitas ini berfungsi menjaga kesegaran ikan, terutama saat hasil tangkapan melimpah.
“Dengan adanya tempat penyimpanan yang memadai, ikan bisa ditampung dan didistribusikan secara optimal. Masyarakat yang membutuhkan ikan segar dapat langsung memperolehnya dengan baik,” ungkapnya.
Ketersediaan prasarana penyimpanan ini juga membantu menstabilkan harga ikan di pasaran, sehingga nelayan tidak mengalami kerugian akibat penurunan harga drastis saat panen raya.
Salah satu program yang menjadi andalan dalam meningkatkan produksi ikan adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat. Program ini diyakini dapat menjadi target pemasukan produksi ikan lokal.
“Program MBG menjadi salah satu peluang bagi produksi ikan kami. Ikan yang dihasilkan bisa diserap melalui program tersebut, sehingga mendorong produktivitas nelayan dan pembudidaya ikan,” kata Malizar.
Di sisi lain, Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang juga mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bergerak di bidang pengolahan ikan untuk terus berinovasi.
Kreativitas dalam mengolah ikan menjadi berbagai produk turunan dinilai dapat menarik selera konsumen yang lebih luas. “Banyak olahan ikan yang bisa dikembangkan. Kami ingin UMKM lokal lebih kreatif agar produk mereka lebih menarik dan meningkatkan konsumsi ikan di Kota Padang,” ujarnya.
Meningkatkan pangsa pasar menjadi fokus lain dari strategi yang dijalankan Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang. Pendistribusian hasil tangkapan dan budidaya perikanan harus dilakukan dengan pelayanan terbaik agar masyarakat merasa nyaman membeli ikan di tempat-tempat penjualan yang tersedia.
“Kami berupaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ketika masyarakat senang berkunjung ke tempat penjualan ikan dan menjadi pelanggan tetap, secara otomatis ekonomi para pelaku usaha perikanan akan meningkat,” pungkas Malizar.
Dengan berbagai strategi terintegrasi mulai dari sosialisasi, bantuan produksi, hingga perbaikan distribusi, Dinas Perikanan dan Pangan Kota Padang optimistis AKI akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang.
Peningkatan ini diharapkan mampu membawa dampak positif bagi kesejahteraan nelayan sekaligus kualitas gizi masyarakat Kota Padang secara keseluruhan. (cc1)
Editor : Adetio Purtama