Capaian tersebut disampaikan dalam Rapat Evaluasi Realisasi Penerimaan PAD Kota Padang yang digelar di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Kamis (30/10/2025).
Rapat dipimpin oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, dan dihadiri oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengelola pajak dan retribusi daerah.
Maigus Nasir menyampaikan apresiasi atas kinerja seluruh OPD yang berhasil meningkatkan penerimaan daerah secara signifikan. Ia menekankan agar capaian tersebut terus ditingkatkan hingga akhir tahun untuk mencapai target 100 persen.
“Saya mengingatkan agar seluruh OPD terus menggenjot kinerja dan menjaga keseimbangan antara realisasi pendapatan dan pelaksanaan program. Harapan kita, akhir tahun nanti tidak hanya mencapai target, tapi juga surplus,” ujar Maigus Nasir.
Ia menambahkan, target PAD Kota Padang tahun 2025 mengalami peningkatan cukup besar dibandingkan tahun sebelumnya. Pada 2024, target PAD ditetapkan sebesar Rp706 miliar, sementara tahun 2025 naik menjadi Rp897,69 miliar atau meningkat hampir Rp200 miliar.
Menurut Maigus Nasir, Pemerintah Kota Padang telah menetapkan target PAD tahun 2026 sebesar Rp1,025 triliun. Untuk mencapai hal tersebut, ia mendorong penguatan digitalisasi penerimaan daerah.
“Tahun 2026 target kita jauh lebih besar lagi. Karena itu, mari kita perkuat digitalisasi penerimaan daerah agar target dapat tercapai,” katanya.
Sementara itu, Plt. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang, Didi Aryadi, memaparkan rincian realisasi PAD per triwulan.
Pada triwulan I, realisasi PAD tercatat sebesar Rp214,64 miliar. Triwulan II mencapai Rp427,05 miliar, dan triwulan III sebesar Rp692,52 miliar. Hingga triwulan IV per 29 Oktober 2025, realisasi PAD sudah menyentuh angka Rp767,74 miliar atau 85,52 persen dari target tahunan.
Rapat evaluasi ini menjadi bagian dari upaya Pemko Padang memastikan optimalisasi pendapatan daerah guna mendukung pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan publik menjelang akhir tahun anggaran 2025.(*)
Editor : Heri Sugiarto