Dari arah barat, cahaya matahari perlahan menurun, memantulkan warna jingga keemasan di permukaan air yang tenang.
Hembusan angin laut menyapu wajah para pengunjung yang duduk santai di pinggiran muaro — sebagian mahasiswa, sebagian warga yang sekadar ingin menenangkan diri setelah seharian bekerja.
Terletak hanya beberapa menit dari kawasan kampus Universitas Negeri Padang (UNP), Muaro Air Tawar telah lama menjadi “pelarian sore” bagi banyak mahasiswa.
Di sana, mereka menemukan ketenangan sederhana: obrolan ringan, aroma laut, dan langit yang berganti warna.
“Di sini enak kalau sore, suasananya tenang sambil menikmati sunset dan kapal-kapal nelayan yang pulang melaut,” ujar Rifky Putra (20), mahasiswa yang ditemui pada Sabtu (1/11/2025).
Di sepanjang tepi muaro, sejumlah pengunjung tampak memegang ponsel, membidik langit yang perlahan memerah.
Sunset di Muaro Air Tawar memang dikenal menawan — bayangan kapal nelayan yang kembali melaut sering kali menjadi siluet sempurna di tengah langit senja.
Beberapa lainnya memilih memancing, duduk bersabar di tepi air dengan kail sederhana, seolah waktu berhenti di antara riak ombak yang lembut.
Tak jauh dari sana, deretan warung kecil mulai ramai. Aroma gorengan dan mie rebus berpadu dengan semilir angin laut.
Pedagang menjajakan krupuk kuah, es teh dingin, dan berbagai jajanan ringan yang menjadi teman setia bagi para pengunjung.
“Kalau sore ramai sekali, apalagi akhir pekan. Banyak anak muda nongkrong sambil makan gorengan,” kata salah seorang pedagang sambil menyiapkan minuman.
Baca Juga: Football Manager 26 Hadir 4 November 2025, Gunakan Unity Engine dan Sistem AI Dinamis
Saat malam mulai turun, suasana berubah temaram. Lampu-lampu kecil dari warung dan perahu nelayan memantul di permukaan air, menciptakan pemandangan yang damai dan hangat.
Di sela obrolan dan tawa kecil, Muaro Air Tawar menjadi saksi bahwa ketenangan tak selalu harus dicari jauh — kadang, cukup di tepi laut tempat langit dan air bertemu, di mana hari berakhir dengan lembut.
Bagi banyak mahasiswa, tempat ini bukan hanya lokasi menikmati sunset, tetapi juga ruang untuk menata pikiran, berbagi cerita, dan merayakan keseharian dalam kesederhanaan.(cr5)
Editor : Hendra Efison