Kepala Seksi Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Sutopo, menjelaskan bahwa rangkaian peristiwa tersebut diduga dipicu oleh aktivitas pembukaan lahan yang ditinggalkan begitu saja, diperparah dengan kondisi cuaca panas yang melanda kawasan tersebut selama beberapa hari belakangan.
Menurutnya, temperatur tinggi yang berkepanjangan membuat semak belukar serta lahan kosong di sekitar permukiman warga menjadi sangat mudah terbakar.
“Lahan yang terbakar ini dipicu banyak aktivitas pembukaan lahan yang kemudian ditinggalkan. Sepanas-panasnya cuaca, jarang terjadi kebakaran bukit kalau tidak ada pemicunya. Biasanya masyarakat membersihkan lahan namun apinya ditinggalkan begitu saja,” ungkap Sutopo kepada Padang Ekspres, kemarin.
Kejadian pertama di Puncak Bukit Gado-Gado bermula ketika seorang saksi bernama Zahru Filzetra, 20,, melihat kobaran api yang telah membesar dari arah lahan kosong.
Ia segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang untuk melaporkan kejadian tersebut. Unit pemadam kebakaran yang diberangkatkan pada pukul 14.00 harus menempuh jarak sekitar 9,4 kilometer sebelum tiba di lokasi sepuluh menit kemudian.
Proses pemadaman di lokasi pertama memakan waktu hingga 41 menit. Petugas berhasil mengendalikan api pada pukul 14.51 setelah melibatkan satu unit armada dan 15 personel Pleton C.
Luas area yang terbakar mencapai sekitar 500 meter persegi, sementara lahan kosong yang berpotensi terdampak diperkirakan seluas 1.000 meter persegi.
Kondisi medan yang menantang menjadi kendala utama dalam operasi pemadaman. Akses jalan menuju lokasi kejadian sangat sempit, terjal, dan sulit dilalui kendaraan besar.
Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam kejadian ini, dan tidak ada warga yang harus mengungsi.
Sementara operasi pemadaman di lokasi pertamamasih berlangsung, laporan kebakaran lahan kedua masuk ke posko Dinas Damkar Kota Padang.
Saksi bernama Hermawati, 52, ibu rumah tangga yang juga menjabat sebagai pengurus RT, menyaksikan api menyala di area semak belukar di Jalan Batubusuk. Ia langsung menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk penanganan segera.
Tim pemadam kebakaran yang diberangkatkan pada pukul 14.30 menempuh jarak sekitar tiga kilometer dan tiba di lokasi hanya dalam waktu lima menit.
Namun, proses pemadaman di lokasi kedua memerlukan waktu lebih lama, yakni hampir satu jam. Api baru berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 15.30.
Luasan lahan yang terbakar di lokasi kedua jauh lebih besar, mencapai sekitar 1.000 meter persegi dengan area yang berpotensi terdampak seluas tiga hektar.
Petugas mengerahkan satu unit armada bernomor 014 dan 12 personel dari Pleton C untuk menangani kejadian tersebut. Sebagaimana kejadian di Bukit Gado-Gado, medan di Lambungbukit juga menyulitkan proses pemadaman. Akses jalan berupa tanjakan terjal yang dipenuhi semak belukar menghambat mobilitas petugas. Meski demikian, tidak ada korban jiwa, luka-luka, maupun kerusakan infrastruktur dalam kejadian ini.
Hingga saat ini, penyebab kedua kebakaran lahan tersebut masih dalam penyelidikan Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang. Pihak berwenang terus melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk mengidentifikasi sumber api dan faktor pemicu kejadian.
Menyikapi situasi tersebut, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang mengeluarkan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran lahan, terutama selama musim kemarau atau saat cuaca sangat panas seperti saat ini.
Masyarakat diminta untuk lebih berhati-hati dalam setiap aktivitas yang berpotensi menimbulkan percikan api. “Masyarakat agar berhati-hati karena saat ini cuaca berada dalam kondisi musim panas dan kemarau. Jadi untuk membuang puntung rokok, membuka lahan, atau melakukan pembakaran, mohon dipastikan api benar-benar dipadamkan agar tidak menyebar ke area-area yang tidak diinginkan,” imbau Sutopo.
Ia juga menginstruksikan warga untuk tidak melakukan pembakaran sampah atau lahan secara sembarangan. Apabila menemukan titik api atau asap mencurigakan di lingkungan sekitar, masyarakat diharapkan segera melaporkan kepada pihak berwenang agar dapat ditangani secepatnya sebelum meluas.
Lebih lanjut, Sutopo mengimbau masyarakat untuk secara aktif menjaga kebersihan lahan kosong di sekitar permukiman dari penumpukan sampah dan pertumbuhan semak belukar kering yang sangat mudah terbakar.
Koordinasi yang solid dengan pengurus RT/RW setempat diharapkan dapat memperkuat upaya pencegahan kejadian serupa di masa mendatang.
Merespons dua kejadian kebakaran lahan yang terjadi dalam rentang waktu sangat singkat tersebut, Dinas Damkar Kota Padang terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan tingkat kekeringan lahan di berbagai wilayah Kota Padang.
Upaya edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran lahan serta cara pencegahannya akan terus ditingkatkan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa. (cc1)
Editor : Adetio Purtama