Kehadiran musim ini menjadi berkah bagi petani dan pedagang, sekaligus kegembiraan bagi para pencinta durian.
Salah satu sentra durian terkenal di Padang adalah Lori Lubuk Minturun, Kecamatan Koto Tangah.
Dari kawasan ini, durian lokal berkualitas menyebar ke berbagai penjuru kota dan memenuhi lapak pedagang di pinggir jalan.
Salah satu pedagang musiman, Indra Safri (39), tampak sibuk melayani pembeli di Jalan Raya Air Dingin, Lubuk Minturun, Senin (3/11/2025).
Warga asal Gunung Pangilun, Kecamatan Padang Utara, ini telah berjualan durian setiap musim sejak 2017.
“Baru seminggu mulai jualan, karena Padang baru masuk musim durian,” kata Indra.
Setiap pagi, ia berburu durian langsung dari kebun warga di Lori Lubuk Minturun, lalu membuka lapak pada pukul 13.00 hingga malam hari.
Selain durian lokal, ia juga mendatangkan pasokan dari berbagai daerah di Sumatera Barat, seperti Pesisir Selatan, Kayu Tanam, Lubuk Basung, Padang Panjang, dan Pasaman.
Namun, usaha musiman ini memiliki tantangan tersendiri. Meski harga di daerah lebih murah, biaya logistik cukup tinggi.
“Kalau ambil dari luar Padang, kami harus sewa pickup, bayar sopir, dan beli bensin. Itu menguras tenaga juga,” ujarnya.
Risiko lain datang dari jarak tempuh. Durian yang baru tiba keesokan harinya sering kali sudah “renggang” atau sedikit terbuka, sehingga menurunkan kualitas dan harga jual.
Baca Juga: KKMP Kota Padang Diminta Segera Siapkan Lahan 1000 Meter Persegi untuk Pembangunan Gerai Usaha
Indra menjelaskan, harga beli durian di kebun bergantung pada jumlah buah yang jatuh. Saat ini, harga durian ukuran kecil berkisar Rp25.000 hingga Rp30.000 per 2 buah. Semakin besar ukuran buah, semakin mahal.
Dari hasil penjualan, Indra bisa memperoleh omzet sekitar Rp1 juta per hari, dengan keuntungan bersih Rp150.000–Rp200.000.
Di luar musim durian, Indra kembali bekerja sebagai pengemudi ojek online. Ia menyebut profesi ganda ini menjadi cara untuk menjaga penghasilan tetap stabil sepanjang tahun.
Musim durian tahun ini diharapkan dapat memberikan berkah serupa bagi para pedagang di Kota Padang. Sementara bagi warga, kehadiran durian Lubuk Minturun kembali menandai datangnya musim yang paling dinanti di setiap akhir tahun.(cr3)
Editor : Hendra Efison