Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan, kegiatan ini melibatkan masyarakat dari 8 kecamatan dan 55 kelurahan yang tergolong rawan bencana. Latihan juga diikuti unsur pemerintahan, BUMN/BUMD, pelajar, serta ribuan warga di berbagai titik evakuasi.
“Berdasarkan pantauan kami, kegiatan ini sangat ramai. Di seluruh Kota Padang, mulai dari Bungus Teluk Kabung hingga Pasar Raya, Sawahan, dan Koto Tangah, pelaksanaannya berjalan baik dan sukses meski diguyur hujan. Kami menargetkan Padang Tsunami Drill 2025 menjadi yang terbesar di Indonesia,” ujar Fadly Amran di pelataran parkir Hotel Santika, salah satu titik evakuasi sementara.
Fadly menegaskan pentingnya latihan ini untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi tsunami. Ia menyebut seluruh titik kumpul dan jalur evakuasi telah tersosialisasikan dengan baik.
“Kami telah membagikan 55 denah lokasi evakuasi di kelurahan rawan tsunami. Selain shelter pemerintah, masjid, sekolah, dan kantor pemerintahan tahan gempa juga dapat dijadikan tempat evakuasi sementara,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BMKG Stasiun Geofisika Padangpanjang, Suaidi Ahadi, menjelaskan bahwa sumber tsunami berasal dari zona megathrust, wilayah pesisir Sumatera Barat memiliki golden time sekitar 20–30 menit, sedangkan masyarakat di Kepulauan Mentawai hanya memiliki waktu sekitar 10 menit.
“Latihan ini penting untuk melatih kesiapsiagaan dan kecepatan respons masyarakat, baik dalam mengenali gejala alam, memahami sistem peringatan dini, maupun melakukan evakuasi mandiri,” kata Suaidi.
Ia menambahkan, dalam simulasi digunakan pemodelan gempa Nias Selatan. Berdasarkan skenario tersebut, ketinggian tsunami yang mencapai pesisir Kota Padang diperkirakan maksimal 5 meter, dengan gelombang sisa yang menjalar ke wilayah tengah kota sekitar 20 sentimeter.
“Dipilihnya Hotel Santika ini karena dalam skenario gempa Nias Selatan, tinggi tsunami di Kota Padang hanya sekitar 5 meter, sehingga lokasi ini masih aman. Namun jika kejadian sebenarnya terjadi, BMKG akan membuat skenario sesuai kondisi aktual,” tambahnya.
Turut hadir memantau pelaksanaan Padang Tsunami Drill 2025 antara lain Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta, Wakil Komandan Daerah TNI AL (Wadankodaeral) II Laksamana Pertama TNI Mulyadi, perwakilan BNPB, serta unsur Forkopimda Sumbar dan Kota Padang, termasuk organisasi dan komunitas kebencanaan.(*)
Editor : Heri Sugiarto