Bahkan, Ketua RT 07 RW 01 Kompleks Permata Surau Gadang, Zulfahmi mengeluarkan surat resmi kepada warganya untuk gotong royong (Goro) pada Minggu, 9 November 2025 pukul 08.00 WIB hingga selesai.
"Kegiatan di PSG ini bagian dari persiapan menghadapi ajang Padang Rancak Award 2025 yang digelar Pemerintah Kota Padang," ungkap Zulfahmi, Jumat malam (7/11/2025).
Ia mengajak seluruh warga berpartisipasi aktif dalam kegiatan kebersihan lingkungan tersebut. Agenda gotong royong meliputi pembersihan halaman rumah masing-masing, pengambilan sampah kiriman di drainase, serta kegiatan lain yang mendukung kebersihan dan keindahan lingkungan.
"Semoga dengan kebersamaan, lingkungan kita semakin bersih, asri, dan siap dalam penilaian Padang Rancak Award,” katanya didampingi Sekretaris RT, Fitra.
Menurut Zulfahmi, sebenarnya kegiatan Goro ini sering dilakukan warga, terutama dalam mengatasi sampah kiriman yang selalu masuk ke drainase kompleks.
Untuk jangka panjang, Camat Nanggalo bersama Lurah Surau Gadang, Ketua LPM dan Babinkamtibmas telah datang ke kompleks melihat langsung kondisi riil sampah irigasi masuk ke drainase. Mereka berjanji atensi agar sampah yang masuk ke drainase bisa dikendalikan bersama DLH.
"Kami sering dibantu Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Padang dan pihak kecamatan, dalam mengangkut sampah kiriman dari saluran Irigasi Gunung Nago yang sudah diangkat warga dari drainase, untuk dibawa ke TPA. Volumenya permah sampai belasan karung. Kalau sampah rumah tangga sudah diangkut rutin oleh LPS," jelasnya.
Wali Kota Apresiasi Partisipasi Warga
Wali Kota Padang Fadly Amran yang mendapatkan informasi goro Padang Rancak Award tersebut, menyampaikan apresiasi terhadap antusias dan kepedulian warga terhadap kebersihan lingkungannya agar senantiasa bersih dan sehat.
"Alhamdulillah. Partisipasi warga seperti di PSG Nanggalo ini sangat penting sekali. Warga aktif dalam mewujudkan lingkungan bersih, dan sehat di Kota Padang. Sejalan dengan Program Padang Rancak," ungkapnya.
Empat Tahapan Penilaian
Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Fadelan Fitra Masta, menjelaskan bahwa Padang Rancak Award 2025 akan melalui empat tahapan penilaian berlapis.
Tahap I (1–15 November) berupa penilaian mandiri oleh Ketua RT melalui aplikasi Padang Mobile, mencakup cakupan layanan pengumpulan sampah, kepatuhan pemilahan, layanan bank sampah, dan pengelolaan sampah organik di sumber.
Tahap II (10–17 November) dilakukan oleh camat, lurah, dan RW, dengan klasifikasi A, B, dan C berdasarkan kebersihan, keindahan, ketertiban, keteraturan PKL, serta penataan taman dan halaman warga.
Tahap III (18–21 November) melibatkan 300 mahasiswa untuk melakukan verifikasi lapangan terhadap 600 RT nominasi terbaik. Penilaian mencakup gotong royong, kebersihan jalan dan drainase, pemilahan sampah, kepatuhan retribusi, hingga penghijauan lingkungan.
Tahap IV (24 November–1 Desember) menjadi penilaian final oleh dewan juri independen yang terdiri dari unsur akademisi, jurnalis, dan pemerintah kota. Kriteria akhir meliputi konsistensi gerakan warga, inovasi lingkungan, serta dampak nyata di lapangan.
Pemerintah Kota Padang melalui Asisten Pemerintahan, Fadly, telah menyampaikan bahwa mulai 1 November 2025, seluruh Ketua RT diminta mendaftarkan diri melalui aplikasi Padang Mobile sebagai bagian dari gerakan bersama menjaga kebersihan kota.
Hadiah bagi Penggerak Perubahan
Sebagai bentuk apresiasi, Pemko Padang menyiapkan hadiah jutaan rupiah bagi para pemenang.
Untuk tingkat kota, LPS dan Bank Sampah terbaik masing-masing akan memperoleh Rp10 juta, sedangkan RW dan RT terbaik mendapat Rp8 juta.
Di tingkat kecamatan, penghargaan diberikan dengan rincian Juara I Rp2 juta, Juara II Rp1,5 juta, dan Juara III Rp1 juta.(*)
Editor : Heri Sugiarto