Di tempat ini, pengunjung bisa menikmati kesejukan air sungai alami, bersantai di pinggir aliran sungai yang jernih, hingga memberi makan ikan-ikan gariang yang berenang bebas di antara bebatuan.
Suasana di kawasan Lubuk Minturun terasa berbeda sejak masyarakat setempat mulai menata area pemandian ini secara mandiri.
Di bawah rindangnya pepohonan, pengunjung disambut oleh deretan meja di aliran sungai. Udara sejuk dan suara gemericik air membuat siapa pun betah berlama-lama di sana.
Uniknya Pemandian Lubuk Minturun bukan hanya pada airnya yang jernih, tapi juga pengalaman memberi makan ikan.
Di aliran sungai ini hidup ratusan ikan gariang yang jinak dan tidak boleh ditangkap.
Pengunjung dapat membeli makanan ikan seharga Rp5.000 satu bungkus dari pedagang setempat, lalu menebarkannya sambil duduk santai di tepi air.
"Anak-anak senang sekali kasih makan ikan. Mereka sampai teriak-teriak karena ikan-ikan datang bergerombol. Seru banget,” ujar pengunjung Sukartini (38) kepada Padang Ekspres, Sabtu (08/11/2025).
Kasdani salah satu pengunjung asal Bengkulu (40), mengaku baru pertama kali datang bersama keluarga.
“Anak-anak senang banget di sini. Airnya nggak dalam, jadi aman buat mereka. Selain itu, mereka suka kasih makan ikan. Rasanya seperti wisata alam yang lengkap tapi murah,” ujarnya.
Selain bermain air, pengunjung juga bisa bersantai di warung-warung yang mengusung konsep kafe alami.
Di sana tersedia minuman dan makanan ringan dengan harga yang ramah di kantong. Harga yang murah, pemandangan yang asri.
Baca Juga: Kue Talam Kembali Populer di Padang, Jajanan Tradisional yang Bangkit di Tengah Tren Modern
Suasana yang tenang membuat banyak pengunjung merasa nyaman duduk berlama-lama.
Salah satu pemilik kedai, Alfiani Apzanety (24). Menurutnya, peningkatan pengunjung paling terasa setiap akhir pekan.
“Kalau Sabtu sudah mulai ramai, tapi puncaknya tetap di hari Minggu biasanya keluarga yang banyak berkunjung. Pendapatan bisa naik dua sampai tiga kali lipat dari hari biasa,” ujarnya.
Tambahnya, sejak kawasan Pemandian Lubuk Minturun mulai dikenal banyak orang, warga sekitar ikut merasakan manfaatnya.
“Banyak ibu-ibu yang buka warung kecil, anak muda jaga parkir, sewa benen, hingga jual makanan ikan. Jadi, bukan saya saja yang dapat rezeki, tapi semua warga sekitar ini ikut terbantu,” pungkasnya.(CR6)
Editor : Hendra Efison