Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kakek 68 Tahun di Padang Bangkit dari Keterpurukan, Raup Penghasilan dari YouTube

Mengki Kurniawan • Senin, 10 November 2025 | 17:03 WIB

Syahril, mantan fotografer keliling di Padang, kini menjadi kreator konten YouTube dengan kanal “Photo Amatir”. (Mengki Kurniawan/Padeks)
Syahril, mantan fotografer keliling di Padang, kini menjadi kreator konten YouTube dengan kanal “Photo Amatir”. (Mengki Kurniawan/Padeks)
PADEK.JAWAPOS.COM--Keterbatasan ekonomi dan perubahan zaman tidak menghalangi semangat Syahril (68), warga Kelurahan Marapalam, Kecamatan Padang Timur, untuk terus berkarya.

Setelah profesinya sebagai tukang potret keliling sepi peminat, ia kini menekuni dunia digital dan mulai meraih penghasilan dari YouTube.

Syahril telah menjalani profesi sebagai fotografer keliling sejak 2010, berkeliling di kawasan Taplau Padang, Jalan Samudra, hingga sekitar Masjid Al Hakim dan Masjid Raya Sumbar.

Sebelum itu, ia pernah bekerja sebagai kameraman di stasiun televisi lokal Favorit TV (MDTV Padang) yang sempat berafiliasi dengan NET Padang sebelum akhirnya tutup.

Namun, perkembangan teknologi dan maraknya ponsel pintar membuat jasa foto keliling kian ditinggalkan.

“Dulu sebelum booming Android, saya bisa dapat uang dengan mudah. Sekarang, Rp50 ribu sehari saja sulit,” ujarnya kepada Padek.jawapos.com, Senin (10/11/2025).

Kondisi makin berat saat pandemi COVID-19 melanda. Penghasilannya yang dulu bisa mencapai Rp200 ribu dalam setengah hari, kini sulit diperoleh bahkan dalam sehari penuh.

Belajar Otodidak dan Bangkit Lewat Dunia Digital

Tak menyerah dengan keadaan, Syahril mencoba berbagai pekerjaan, termasuk berjualan es, sebelum akhirnya kembali memegang kamera.

Dua tahun lalu, ia menemukan harapan baru dengan menjadi kreator konten YouTube.

Kanal yang ia kelola diberi nama “Photo Amatir”, berisi konten seputar aktivitasnya sebagai tukang potret keliling.

Semua proses, mulai dari pembuatan video hingga monetisasi, ia pelajari secara otodidak melalui internet.

Ketekunan Syahril berbuah hasil. Pada Agustus 2025, ia menerima penghasilan pertamanya dari YouTube sebesar 100 dolar AS (sekitar Rp1,3 juta).

“Alhamdulillah, akhirnya dapat hasil. Penghasilan ini tergantung jumlah views dan konsistensi saya berkarya,” ungkapnya.

 Kini kanal YouTube-nya telah memiliki lebih dari 2.000 pelanggan. Syahril membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perkembangan zaman.(CR3)

 

Editor : Hendra Efison
#kisah inspiratif Padang #YouTuber lansia #Photo Amatir YouTube #Kakek Syahril Padang