Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dari Rel Industri, Pauh Lima Kini Menjadi Simpul Layanan Kereta Api bagi Masyarakat Kota Padang

Hendra Efison • Rabu, 19 November 2025 | 21:28 WIB

Stasiun Pauh Lima dibangun 1979 sebagai titik strategis penyusulan kereta barang Semen Padang menuju Teluk Bayur, meski tanpa layanan penumpang.
Stasiun Pauh Lima dibangun 1979 sebagai titik strategis penyusulan kereta barang Semen Padang menuju Teluk Bayur, meski tanpa layanan penumpang.
PADEK.JAWAPOS.COM—PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre II Sumatera Barat terus memperkuat layanan transportasi berbasis rel melalui pengoperasian Stasiun Pauh Lima sebagai stasiun penumpang.

Fasilitas yang pertama kali dibangun pada 16 November 1979 ini kini hadir memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat di kawasan Pauh dan sekitarnya.

Stasiun yang berada pada ketinggian sekitar 90 meter di atas permukaan laut tersebut awalnya merupakan bagian dari jalur Indarung–Bukit Putus.

Selama bertahun-tahun berfungsi sebagai titik penyusulan rangkaian kereta barang yang mengangkut material Semen Padang menuju Pelabuhan Teluk Bayur, Pauh Lima beroperasi tanpa melayani perjalanan penumpang.

Perubahan kebutuhan transportasi dan meningkatnya aktivitas di kawasan Pauh—yang dikelilingi permukiman, pusat pendidikan seperti Universitas Andalas, serta sentra aktivitas harian—mendorong KAI mengubah peran stasiun ini menjadi simpul perjalanan penumpang.

“Kehadiran Stasiun Pauh Lima sebagai stasiun penumpang merupakan komitmen KAI dalam menyediakan layanan yang relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat masa kini,” ujar Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab.

Ia menyebutkan transformasi ini diharapkan memberikan akses perjalanan yang lebih aman, efektif, dan terjangkau, terutama bagi mahasiswa dan pekerja di kawasan Pauh.

Stasiun Pauh Lima mulai dioperasikan untuk penumpang pada 1 Maret 2023. Untuk pertama kalinya, kereta penumpang Pariaman Ekspres relasi Pauh Lima–Naras berhenti di stasiun tersebut dan disambut antusias masyarakat. Saat ini terdapat 10 frekuensi perjalanan kereta yang singgah setiap hari dengan tarif mulai Rp5.000.

Sejak kembali aktif, stasiun ini menjadi titik keberangkatan dan kedatangan penumpang sekaligus menghidupkan kembali kawasan sekitar.

Dari yang sebelumnya difungsikan untuk angkutan industri, kini stasiun tersebut melayani pelajar, mahasiswa, pekerja, hingga wisatawan.

“Kami berharap kehadiran kembali Stasiun Pauh Lima dapat menjadi katalis bagi peningkatan kualitas hidup warga. Infrastruktur yang pernah tidur panjang pun dapat kembali memberi manfaat besar bila dihadirkan dengan tepat,” kata Reza.

Dengan tampilan lebih fungsional dan layanan yang disesuaikan kebutuhan masyarakat, Stasiun Pauh Lima kini melanjutkan perannya sebagai simpul transportasi publik yang mendukung mobilitas modern dan terjangkau.

“KAI akan terus memastikan Pauh Lima memberi layanan terbaik serta menjadi simpul perjalanan yang andal dan berkelanjutan,” tutup Reza.(*)

Editor : Hendra Efison
#transportasi rel Padang #Stasiun Pauh Lima #Stasiun Pauh Limo #Pariaman Ekspres