Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Curah Hujan Tinggi di Padang, Debit Batang Kuranji Melonjak dan Penambang Terpaksa Hentikan Aktivitas

Mengki Kurniawan • Selasa, 25 November 2025 | 12:40 WIB

Sejumlah penambang pasir di aliran Batang Kuranji tetap bekerja meskipun debit air mengalami peningkatan akibat cuaca buruk, kemarin.
Sejumlah penambang pasir di aliran Batang Kuranji tetap bekerja meskipun debit air mengalami peningkatan akibat cuaca buruk, kemarin.
PADEK.JAWAPOS.COM—Curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Padang selama beberapa hari terakhir menyebabkan debit air Batang Kuranji melonjak drastis. Kondisi ini berdampak langsung pada aktivitas para penambang pasir dan batu tradisional yang bekerja di sepanjang aliran sungai, terutama di kawasan Bendungan Batang Kuranji, Jalan Gunung Nago, Kotolua, Kecamatan Pauh.

Peningkatan volume air tidak hanya membuat pekerjaan semakin sulit, tetapi juga meningkatkan risiko keselamatan bagi para penambang yang menggantungkan mata pencaharian dari sungai tersebut.

Namun memasuki musim penghujan, intensitas hujan yang tinggi membuat arus sungai semakin deras dan permukaan air naik signifikan. Area-area dangkal yang sebelumnya aman untuk menambang kini terendam, menghambat total aktivitas pencarian material.

Meskipun sadar bahaya yang mengintai, para penambang tetap nekat turun ke sungai. Mereka mengabaikan risiko arus deras dan potensi air bah karena tuntutan ekonomi.

Bagi mereka, tidak bekerja berarti tidak ada pemasukan di hari itu, dan kondisi tersebut dianggap lebih menakutkan dibandingkan arus sungai yang membahayakan.

Jeri, 30, salah seorang penambang yang ditemui di lokasi pada Senin (24/11), mengatakan, kondisi air kali ini merupakan salah satu yang terparah dalam beberapa tahun terakhir.

“Airnya naik cepat sekali. Kalau biasanya jam segini airnya masih sebetis, sekarang sudah sampai ke dada,” ujarnya

Ia menjelaskan, air yang keruh dan deras membuat mereka kesulitan melihat material yang hendak digali. “Pasir dan batu jadi susah didapat. Tenaga yang dikeluarkan jauh lebih besar, tapi hasilnya sedikit,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Hardi, 43, penambang lain di kawasan tersebut. Ia mengaku bahwa peningkatan debit air mengurangi drastis waktu kerja mereka.

“Kalau air sudah mulai naik deras begini, kami cuma bisa bekerja sebentar. Tidak sampai tengah hari sudah harus naik, bahaya kalau sampai air bah datang tiba-tiba,” ujarnya.

Meskipun pendapatan menurun, Hardi mengatakan dirinya tidak memiliki pilihan lain. “Mau bagaimana lagi? Anak istri di rumah harus makan. Ini satu-satunya pekerjaan yang kami bisa lakukan di sini,” ucapnya. (cr3)

Editor : Adetio Purtama
#curah hujan #Batang Kuranji Padang #padang #penambang