Sejumlah ruas jalan dan kawasan permukiman tergenang, mengganggu aktivitas warga. Pantauan Padang Ekspres di lapangan menunjukkan genangan air mencapai 30 sentimeter di jalan utama Komplek Perumahan Mutiara Putih. Air juga merendam rumah-rumah warga di kawasan tersebut.
Drainase Tersumbat dan Sistem Tidak Terhubung
Kepala Lurah Batang Kabung Ganting, Okimi Oktobery, S.M, menyebut air mulai meluap sejak Jumat (21/11/2025) lalu.
Penyebab utama adalah drainase tersumbat dan buruknya sistem saluran akibat pembangunan perumahan yang masif.
Ia menjelaskan banyak drainase tersier dari perumahan tersumbat, terjadi pengalihan fungsi drainase karena tertutup riol rumah warga, serta saluran yang tidak saling terhubung.
Curah hujan tinggi di Kota Padang memperparah kondisi. Saluran yang dangkal tidak mampu menampung volume air.
Permohonan ke PUPR dan Data Warga Terdampak
Pihak kelurahan telah mengajukan surat permohonan kepada Dinas PUPR melalui kecamatan dan saat ini menunggu survei.
Jumlah warga terdampak tercatat 4.080 jiwa dari 2.261 kepala keluarga. Hingga saat ini tidak ada warga yang mengungsi dan sebagian besar memilih bertahan di rumah.
Pemko Salurkan Bantuan
Kelurahan juga telah dikunjungi Ketua DPRD Kota Padang, perwakilan Setda Kota Padang, dan Camat. Bantuan dari Pemerintah Kota Padang telah disalurkan berupa nasi bungkus lebih dari 1.000 paket melalui RT setempat.
Pihak kelurahan berharap dilakukan pengerukan drainase agar aliran air di Perumahan Mutiara Putih lebih lancar.
Keluhan Warga: Aktivitas Terganggu
Ketua RT 04 RW 14, Rahma Yanti (40), menyebut rumahnya terendam sejak Jumat. Ketinggian air sempat mencapai paha orang dewasa.
Sekitar 50 KK di wilayahnya terdampak dan aktivitas warga, termasuk sekolah anak, terganggu.
Warga lainnya, Dede Azwarji Azim (70), mengaku sudah lima kali membersihkan rumah, namun banjir terus datang.
Ia menyebut air sempat setinggi betis dan pelayanan air bersih terganggu.
Vivia Rosalinda (35) menyatakan kondisi terparah terjadi pada Selasa (25/11/2025) akibat hujan terus-menerus dan drainase yang dangkal.
Warga berharap pemerintah segera menindaklanjuti penanganan drainase agar banjir tidak kembali terjadi dan aktivitas dapat normal kembali.(CR6)
Editor : Hendra Efison