Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

PDAM Padang belum Pulih Total, Permintaan Air Galon Melonjak hingga Dua Kali Lipat

Fadli Zikri • Senin, 1 Desember 2025 | 09:04 WIB

Sejumlah warga terlihat antre membeli air isu ulang di salah satu depot air di Lubukbuaya, kemarin.
Sejumlah warga terlihat antre membeli air isu ulang di salah satu depot air di Lubukbuaya, kemarin.
PADEK.JAWAPOS.COM—Kebutuhan air bersih warga Kota Padang meningkat tajam setelah layanan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PDAM) Padang terhenti akibat banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah.

Kondisi ini membuat penjualan air galon melonjak tinggi di berbagai depot pengisian ulang, terutama di kawasan yang terdampak gangguan paling parah.

Pantauan Padang Ekspres, Minggu (30/11) di sejumlah depot air di Jalan Adinegoro, Lubukbuaya, menunjukkan antrean warga yang datang membawa satu hingga empat galon sekaligus.

Bahkan, beberapa warga terlihat membawa lebih banyak untuk memenuhi kebutuhan selama ketersediaan air PDAM belum kembali normal.

Kesulitan mendapatkan air bersih membuat masyarakat terpaksa membeli galon dalam jumlah besar untuk kebutuhan harian.

Pemilik Depot Ikhlas, Hendrizal, 62, mengaku bahwa sejak layanan PDAM terhenti, penjualannya meningkat drastis hingga dua kali lipat. Pada hari-hari normal, ia hanya menjual sekitar 80 galon air per hari.

Namun kini, jumlah itu melonjak menjadi sekitar 190 galon setiap harinya. Pasokan air yang biasanya habis dalam dua hari kini hanya bertahan setengah hari karena tingginya permintaan.

“Paling sehari 70 sampai 80 galon yang terjual sebelumnya, kalau sekarang bisa 190 galon satu hari. Lonjakan ini mungkin karena PDAM mati. Biasanya pasokan air itu tahan dua hari, tapi sekarang tidak sampai satu hari sudah habis,” ujar Hendrizal kepada Padang Ekspres.

Ia menjelaskan, sebanyak apa pun pasokan air galon yang diterimanya pasti akan habis terjual. Namun, pihak penyuplai kini membatasi jumlah distribusi agar pasokan air bisa dibagi secara merata ke depot lain yang juga mengalami lonjakan permintaan akibat matinya layanan PDAM.

“Kalau melihat saat ini, berapapun pasokan air pasti habis karena orang terus berdatangan. Tapi airnya sudah habis. Sekarang pengantar air hanya memberi setengah tangki karena kebutuhan di depot lain juga,” ungkapnya.

Hendrizal menambahkan, lonjakan permintaan air galon sudah terjadi sejak Kamis, tepat ketika layanan PDAM mulai terhenti. Beberapa pembeli, katanya, bahkan membeli hingga sepuluh galon sekaligus untuk memenuhi kebutuhan mandi, memasak, dan minum.

“Ada yang menjemput sampai sepuluh galon, katanya untuk mandi, memasak, dan untuk diminum,” jelasnya.

Situasi serupa juga terjadi di Depot Fahri. Tri Ananda Kevin, 21, karyawan depot tersebut, mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir antrean pembeli terus terjadi karena permintaan air bersih meningkat drastis.

Jika sebelumnya hanya sekitar 70 galon terjual dalam sehari, kini hanya dalam waktu setengah hari depot bisa menjual hingga 200 galon.

“Sampai sekarang orang beli galon sering antre karena banyak yang butuh. Tidak sampai satu hari bisa laku 200 galon, sebelumnya paling hanya 70-an galon saja,” ujarnya.

Tri mengatakan depot membuka layanan sejak pukul 08.00 WIB. Namun, pada pukul 14.00 WIB, pasokan air galon sudah habis total. Pihaknya kini hanya bisa menunggu pasokan baru datang dari Solok, meskipun pengiriman terhambat kemacetan di kawasan Sitinjau.

“Pasokan air kami sudah habis. Ini paling nunggu pasokan dari Solok, agak lama karena macet di Sitinjau,” ucapnya.

Keterbatasan pasokan air bersih membuat aktivitas warga sedikit terhambat, terutama untuk kebutuhan mandi, mencuci, dan memasak.

Banyak warga kini menjadikan air galon sebagai alternatif utama sampai layanan air PDAM kembali normal. Meski terjadi lonjakan permintaan, para pemilik depot memastikan harga air tetap stabil di angka Rp 7.000 per galon untuk layanan antar dan Rp 6.000 jika dijemput langsung ke depot.

“Harga tetap, tidak naik. Karena harga dari sananya tetap, jadi kami tidak naikkan,” tutup Hendrizal. (cr6)

Editor : Adetio Purtama
#melonjak #air galon #pdam #Permintaan #padang