Sorotan utama mengarah ke kawasan Pantai Padang, ikon wisata yang kerap menjadi tujuan utama warga lokal maupun pelancong luar daerah. Di lokasi inilah banyak pengunjung melaporkan maraknya pungli dengan berbagai modus.
Beberapa pengunjung mengaku mengalami modus serupa, terutama dari oknum yang mengaku sebagai tukang parkir. Mereka datang tanpa atribut resmi dan memungut biaya parkir meski pengunjung sudah membayar kepada petugas berlegalitas.
Rizky Prananda, 23, dan Salsa Putri Idris, 23, menjadi salah satu korban pungli tersebut. Mereka mengaku pernah diminta biaya parkir secara paksa oleh oknum yang tidak memakai rompi resmi sebagaimana diatur oleh Dinas Perhubungan Kota Padang.
Menurut Rizky, dirinya sudah membayar parkir kepada petugas resmi. Namun, tidak lama kemudian muncul oknum lain yang kembali meminta uang tanpa bukti kejelasan. Situasi ini membuat dirinya dan Salsa merasa diperas.
Salsa menambahkan, mereka datang untuk menikmati senja, tetapi yang mereka dapat justru pengalaman tidak menyenangkan. Ia menyayangkan tindakan oknum tersebut, karena wisatawan datang untuk berlibur, bukan menjadi korban pungutan liar.
Selain modus tukang parkir, pengunjung juga mengeluhkan pengamen dengan prilaku arogan. Rizky mengungkapkan, kendati pengamen tersebut bernyanyi, cara meminta uang terkesan memaksa sehingga ia memilih memberi uang agar tidak terjadi keributan.
Pengalaman serupa dialami Arya Nanda, 24, dan Suci Ramadhani, 22. Mereka menyebutkan bahwa praktik pungli di Pantai Padang kerap terjadi pada waktu-waktu tertentu, terutama saat kawasan itu ramai menjelang sore.
Mereka mengatakan, oknum biasanya memanfaatkan situasi keramaian untuk mendekati korban. Ketika suasana ramai dan pengawasan petugas kurang, pelaku akan bertindak lebih berani.
Masalah pungli tidak hanya terjadi di Pantai Padang. Jalur menuju kawasan wisata Bungus Teluk Kabung juga dilaporkan rawan pungli. Pengunjung yang hanya berhenti sebentar menikmati pemandangan laut kerap didatangi oknum tak dikenal.
Putra, 20, mahasiswa asal Pesisir Selatan, menuturkan dirinya menjadi korban pungli saat berhenti sejenak di Jalan Lintas Padang-Pesisir Selatan. Ia mengaku tidak turun dari motor, tetapi tiba-tiba didatangi oknum yang meminta biaya parkir tanpa atribut resmi.
Ari, 19, yang menyertainya, menambahkan bahwa sikap pelaku membuat mereka tidak nyaman. Menurutnya, pengunjung seharusnya bisa menikmati pemandangan tanpa harus dibayangi rasa takut atau kemungkinan menjadi korban pungli.
Meski demikian, ada klaim bahwa tindakan pungli mulai mereda di sebagian lokasi. Naldo, anggota Satgas di bawah naungan Satpol PP Kota Padang, mengatakan bahwa dalam tiga bulan terakhir, keluhan mengenai pungli di kawasan Pantai Padang sudah berkurang.
Menurutnya, petugas rutin berpatroli, terutama saat kawasan dipadati pengunjung. Namun, ia tidak menampik bahwa oknum pelaku tetap beroperasi secara sembunyi, melihat situasi dan mencari celah ketika pengawasan lengah. (cr3)
Editor : Adetio Purtama