Dalam kunjungannya, Menko Polhukam menyampaikan empati kepada masyarakat yang terdampak bencana hidrometeorologi.
Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk kehadiran pemerintah pusat di tengah warga yang sedang menghadapi situasi sulit.
“Bantuan yang kami bawa ini tentu tidak sebanding dengan apa yang Bapak dan Ibu rasakan. Namun kami berharap dapat sedikit meringankan beban saudara-saudara,” ujar Djamari.
Ia menambahkan bahwa masyarakat Sumbar tidak menghadapi bencana ini sendirian karena dukanya juga dirasakan oleh seluruh bangsa Indonesia.
“Jangan merasa sendiri, terutama para penyintas banjir bandang. Negara hadir bersama Anda semua dalam menghadapi cobaan ini,” ujarnya.
Djamari menyebut penanganan bencana hidrometeorologi di sejumlah provinsi di Sumatera membutuhkan kolaborasi banyak pihak agar pemulihan dapat berlangsung lebih cepat.
“Mari kita atasi bersama-sama. Kalau memungkinkan, kondisi setelah ini bisa kita upayakan menjadi lebih baik dari sebelumnya,” tambahnya.
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah yang mendampingi Menko Polhukam, turut menyerahkan 100 paket sembako kepada warga terdampak.
Ia juga berdialog dengan para penyintas untuk memastikan kebutuhan mendesak dapat segera dipenuhi.
Mahyeldi menegaskan bahwa pemerintah daerah telah bergerak cepat memberikan bantuan, terutama pakaian layak, selimut, dan obat-obatan.
“Saya sudah instruksikan dinas terkait untuk segera bertindak. Jangan sampai ada anak-anak tidak sekolah karena sakit atau tidak memiliki pakaian untuk berangkat sekolah,” kata Mahyeldi.
Gubernur memastikan pemerintah akan terus hadir dan memberikan pelayanan hingga pemulihan pascabencana benar-benar tuntas.(*)
Editor : Hendra Efison