Kunjungan tersebut untuk melihat langsung kondisi infrastruktur, rumah warga, saluran drainase, dan fasilitas umum yang mengalami kerusakan setelah banjir melanda kawasan itu. Pemerintah pusat memastikan dukungan penuh terhadap penanganan dan percepatan pemulihan permukiman.
Fitrah Nur menyebutkan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar proses pemulihan berjalan efektif.
”Kami ingin memastikan penanganan kawasan terdampak berjalan cepat dan terarah. Pemerintah pusat siap mendukung pemulihan rumah dan infrastruktur yang rusak akibat banjir,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Wali Kota Padang, Fadly Amran, melaporkan perkembangan penanganan banjir, mulai dari evakuasi warga, pendataan kerusakan, hingga distribusi bantuan. Ia mengatakan Pemko Padang juga sedang menyiapkan hunian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
”Saat ini, selain melanjutkan distribusi bantuan dasar, kami menyiapkan 80 unit hunian sementara di Kampung Nelayan, Kototangah bagi warga yang terdampak,” kata Fadly Amran.
Ia menambahkan, pemerintah kota juga mengupayakan solusi jangka panjang untuk masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana. Relokasi menjadi salah satu opsi yang tengah diusahakan.
”Pemko Padang menyiapkan lahan untuk pembangunan rumah bagi korban bencana, di antaranya lahan seluas 5.000 meter persegi di Kelurahan Aiepacah dan sekitar 2,5 hektare di Balaigadang. Usulan ini sedang kami dorong ke Kementerian PKP,” pungkasnya. (eri)
Editor : Adetio Purtama