Kegiatan berlangsung di Kuranji, Kota Padang, Rabu (4/12/2025), sebagai respons cepat pascabencana akhir November 2025.
Program tersebut menyasar dua kebutuhan utama korban, yaitu pemeriksaan kesehatan dasar dan pemulihan psikologis.
Masyarakat menerima layanan pengecekan tekanan darah, konsultasi keluhan umum, dan edukasi pola hidup bersih.
Layanan diberikan oleh tenaga kesehatan serta relawan dari berbagai lembaga.
Sesi trauma healing menjadi fokus utama, terutama bagi anak-anak yang mengalami tekanan emosional setelah bencana.
Aktivitas meliputi mendongeng, art therapy, dan permainan kelompok untuk membantu pemulihan sosial dan emosional.
Salah seorang warga, Rika, mengungkapkan anaknya masih merasakan ketakutan pascabencana.
“Ketika melihat cuaca mendung dan hujan rinai, anak saya langsung teriak ketakutan akibat bencana kemarin,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan ini membantu memulihkan kondisi psikologis anak-anak. “Semoga kegiatan seperti ini bisa sedikit meredakan trauma anak-anak kami,” katanya.
Ketua Umum KAMMI Sumbar, Jeni Mandala Saputra, menyatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari respon cepat dan kolaboratif.
“Kegiatan ini merupakan upaya berkelanjutan atas bencana banjir di Sumatera Barat, dengan menekankan pentingnya sinergi lintas komunitas, lembaga kemanusiaan, dan para relawan,” ujarnya.
Baca Juga: Pendapatan Anjlok Akibat Bencana, Pedagang Kantin Unand Bertahan Berjualan di Tengah Minim Pembeli
Dalam sesi art therapy, karya lukisan anak-anak turut dilelang untuk penggalangan dana bagi korban bencana. Informasi lelang tersedia melalui akun resmi penyelenggara.
Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi KAMMI Sumbar bersama Rumah Kami Peduli, IZI Sumbar, Syamil Aqiqah Padang, Dangau Studio, Relawan Nusantara, dan Sakawan.idn. (CR3)
Editor : Hendra Efison