Aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Mastilizal Aye, saat ia meninjau sejumlah lokasi terdampak bencana di Kota Padang.
Dalam kunjungannya, Mastilizal Aye menerima berbagai keluhan dari masyarakat, terutama terkait terhentinya pasokan air bersih selama beberapa hari pascabanjir.
“Kondisi ini membuat warga mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari, termasuk untuk minum, memasak, dan keperluan sanitasi,” ujarnya.
Seperti diketahui, air bersih merupakan salah satu kebutuhan vital masyarakat baik untuk konsumsi maupun keperluan rumah tangga lainnya. Namun, akibat bencana besar yang melanda Kota Padang, akses masyarakat terhadap air bersih menjadi terganggu. Banyak warga terpaksa mencari air bersih secara mandiri atau menunggu bantuan air dari relawan maupun pemerintah.
Tidak hanya akses air yang terdampak, kondisi bencana juga menambah beban ekonomi masyarakat, terlebih sebagian warga kehilangan harta benda akibat terjangan banjir dan longsor. Dalam situasi tersebut, pengeluaran rumah tangga seperti tagihan air dan listrik dinilai menjadi beban tambahan yang cukup berat.
Selain persoalan tagihan air, keluhan serupa juga muncul terkait pembayaran listrik. Warga berharap PT PLN (Persero) dapat memberikan opsi keringanan berupa pembayaran secara mencicil, sehingga beban pascabencana yang dirasakan masyarakat tidak semakin memberatkan.
Ia berharap, melalui adanya perhatian dari PDAM dan PLN, masyarakat yang terdampak dapat sedikit terbantu dalam masa pemulihan pascabencana, sembari menata kembali kehidupan mereka yang sempat terguncang akibat bencana alam tersebut.
Sudah Pulih 77 Persen, Perbaikan Butuh Waktu
Sebelumnya, Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang Hendra Pebrizal mengatakan, pascabanjir, pihaknya bekerja siang malam mengebut perbaikan IPA yang terdampak banjir bandang. Hampir semua IPA rusak landa banjir. Namun saat ini sudah mulai pulih sekitar 77 persen. Sebanyak 129 ribu pelanggan yang terdampak kini tersisa sekitar 35 ribu yang belum teraliri air kembali.
Untuk perbaikan infrastruktur yang rusak, Perumda Air Minum Kota Padang butuh anggaran sekitar Rp 50 miliar. Mulai pembangunan intake, pipa dan jembatan pipa yang rusak karena banjir bandang. Karena ada sejumlah IPA yang sangat parah kerusakannya maka butuh waktu yang agak lama pula. Namun kini sejumlah IPA sudah mulai beroperasi lagi secara darurat.
“Jadi yang berjalan sekarang itu secara darurat. Kami memastikan air bisa mengalir lebih dahulu kalau yang permanen tentu membutuhkan waktu yang lama,” ujarnya. Untuk pemulihan IPA Palukahan yang paling rusak parah, saat ini dalam proses mendatangkan 260 pipa dari Bekasi ke Padang. Pipa tersebut bantuan dari Kementerian PU dijembatani anggota Komisi V DPR RI Zigo Rolanda.
Menjelang perbaikan selesai, Perumda AM Padang juga melakukan pengaliran air secara bergiliran untuk beberapa wilayah. Bagi masyarakat dan pelanggan yang belum mendapatkan air sama sekali pihaknya menempatkan tedmond di sejumlah titik dan di tempat pengungsian korban banjir. Kemudian memberikan pelayanan dengan mobil tangki.
Sebanyak 15 mobil tangki dikerahkan setiap hari sesuai permintaan masyarakat. “Kami tegaskan air tangki yang diberikan kepada masyarakat itu gratis tidak ada pungutan satu rupiah pun. Karena terbatasnya mobil tangki kami mohon masyarakat bersabar jika telat terlayani,” ucapnya. (yud/eni)
Editor : Adetio Purtama