Di tengah kondisi tersebut, pelaksanaan Asesmen Sumatif Akhir Semester (ASAS) tingkat SD tetap berlangsung pada Senin, 8 Desember 2025. Seluruh siswa SDN 49 terpaksa mengikuti ujian dengan menumpang di SD IT Buah Hati yang lokasinya berada dekat bekas sekolah mereka.
“SDN 49 hanyut dibawa banjir, kini seluruh siswa harus numpang ujian di sekolah lain,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Nurfitri, Senin siang.
Sebanyak 84 siswa tampak serius mengerjakan soal ujian meski sebagian dari mereka masih terdampak langsung oleh bencana tersebut.
Menurut Nurfitri, proses ujian tetap berjalan tertib dan para siswa mampu berkonsentrasi dengan baik. “Ujian berlangsung dengan lancar, seluruh siswa tetap konsentrasi mengerjakan soal,” imbuhnya.
Pada peristiwa banjir bandang lalu, sejumlah seragam sekolah siswa juga ikut hanyut. Meski demikian, seluruh siswa hadir mengikuti ujian dengan seragam lengkap.
Kondisi ini dimungkinkan berkat bantuan seragam dari SD Kalam Kudus yang diberikan pada Kamis sebelumnya.
“Seluruh siswa melaksanakan ujian dengan berseragam lengkap. Siswa dibantu pakaian seragamnya oleh pihak lain,” tambah Nurfitri.
Ia memastikan pelaksanaan ujian akhir semester berjalan tanpa kendala berarti. Para orang tua juga terlihat antusias mengantar anak-anak mereka ke lokasi ujian.
Di sisi lain, Disdikbud Padang mencatat bahwa banjir akhir November turut berdampak pada banyak pelajar di Kota Padang.
Total 1.229 siswa menjadi korban terdampak, terdiri dari 640 siswa SMP dan 589 siswa SD.
“Ada 1.229 siswa terdampak, 640 orang siswa SMP dan 589 siswa SD,” ungkap Nurfitri.(*)
Editor : Heri Sugiarto