Pantauan Padang Ekspres, Senin (8/12) di Pasar Raya Padang, beberapa jenis beras mengalami penyesuaian harga. Kenaikan ini terutama terjadi pada beras medium dan premium tertentu, sementara sebagian lainnya masih bertahan di harga lama.
Pemilik Toko Beras Boy, Boy, 37, mengatakan harga beras saat ini cenderung tidak menentu karena bergantung pada pasokan yang masuk. Namun, ia membenarkan bahwa dalam dua minggu terakhir terdapat kenaikan pada beberapa jenis beras.
“Beras ini harganya tidak menentu tergantung barang yang masuk, tapi dalam dua minggu ini memang ada kenaikan untuk beberapa jenis,” ujar Boy kepada Padang Ekspres.
Ia merinci, harga beras IR 42 yang sebelumnya dijual Rp150 ribu per karung 10 kilogram kini naik menjadi Rp152 ribu per karung. Sementara itu, beras Anak Daro yang sebelumnya stabil di harga Rp175 ribu per karung 10 kilogram kini menjadi Rp177 ribu per karung. Adapun beras premium seperti Sokan Premium Solok masih bertahan di harga Rp180 ribu per karung 10 kilogram.
Boy menjelaskan, kenaikan harga tersebut dipicu oleh terhambatnya distribusi akibat sejumlah akses jalan yang terputus dalam sepekan terakhir.
Kondisi ini menyebabkan pasokan beras yang masuk ke Kota Padang berkurang, sementara permintaan tetap tinggi. “Akses jalan banyak yang terputus sejak seminggu terakhir ini, jadi pasokan tersendat,” jelasnya.
Selain itu, faktor gagal panen di sejumlah daerah penghasil beras juga turut memengaruhi ketersediaan stok. Boy menyebutkan, sebagian besar pasokan beras di tokonya berasal dari Solok.
“Sawah banyak yang gagal panen, jadi stok yang tersedia juga sedikit. Dalam seminggu dua minggu ini juga sering banjir,” tambahnya.
Meski beberapa jenis beras mengalami kenaikan harga, Boy menyebut penjualan di tokonya masih relatif aman dan tidak terganggu. Bahkan, omzet justru mengalami peningkatan sejak ditetapkannya status tanggap darurat bencana.
“Semenjak bencana ini dan pemerintah menetapkan status tanggap darurat, penjualan meningkat untuk keperluan bantuan korban terdampak. Omzet yang biasanya sekitar Rp1,8 juta per hari sekarang bisa menjadi Rp2 juta sampai Rp3 juta per hari,” ungkapnya.
Ia berharap ke depan harga beras dapat kembali stabil dan distribusi berjalan lancar seiring membaiknya kondisi cuaca.
Kenaikan harga beras juga dirasakan pedagang lainnya. Afra, 24, pedagang beras yang berjualan di Blok Bagonjong Pasar Raya, mengatakan kenaikan harga terjadi pada beras jenis Anak Daro yang dijual secara per rantang.
“Untuk beras Anak Daro, dalam seminggu ini harganya naik jadi Rp32 ribu per rantang, sebelumnya Rp29 ribu per rantang,” kata Afra.
Ia mengaku terpaksa menaikkan harga karena harga beli dari agen juga mengalami kenaikan. Jika tidak disesuaikan, ia khawatir akan mengalami kerugian.
“Kalau harga tidak kita naikkan, takutnya rugi, apalagi sekarang juga mengalami penurunan jumlah konsumen,” ujarnya.
Menurut Afra, penurunan penjualan juga dipengaruhi oleh beredarnya beras SPHP serta bantuan beras murah dari pemerintah. Kondisi tersebut membuat daya beli masyarakat di tokonya menurun, terlebih karena ia lebih banyak menjual beras dalam satuan kecil per rantang. “Sepertinya penurunan ini karena banyaknya beras SPHP dan bantuan beras murah dari pemerintah,” ungkapnya.
Kenaikan harga beras tak hanya dirasakan pedagang, tetapi juga berdampak langsung kepada konsumen. Yenti, 54, salah seorang pembeli di Pasar Raya, mengatakan ia terpaksa tetap membeli beras meski harganya naik karena beras merupakan kebutuhan pokok sehari-hari.
“Beras kan kebutuhan pokok, mau tidak mau tetap harus dibeli juga. Harapannya ke depan harga bisa kembali stabil,” katanya kepada Padang Ekspres. (cr7)
Editor : Adetio Purtama