PADEK.JAWAPOS.COM-Pemprov Sumbar resmi memperpanjang masa status tanggap darurat bencana hidrometeorologi selama 14 hari, hingga 22 Desember 2025.
Perpanjangan ini diumumkan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, dalam keterangan pers di kantornya, Senin (8/12). Gubernur Mahyeldi menjelaskan, keputusan ini diambil setelah rapat koordinasi menyeluruh dengan seluruh pihak terkait.
Ia menegaskan, perpanjangan status tanggap darurat diperlukan karena proses pencarian korban dan pendataan di lapangan belum rampung.
“Masih ada korban hilang yang belum ditemukan, serta pendataan kerusakan dan kerugian masih terus berjalan. Karena itu, masa tanggap darurat kita perpanjang agar penanganan bisa lebih maksimal dan menyeluruh,” ujar Mahyeldi.
Gubernur Mahyeldi menyebut, dari 16 daerah terdampak, tiga daerah tercatat tanpa korban jiwa maupun luka, yaitu Kota Payakumbuh, Kabupaten Pasaman, dan Kabupaten Limapuluh Kota.
Ia juga menyoroti kondisi kritis di Kabupaten Agam, yang mencatat jumlah korban tertinggi. Beberapa warga yang sempat pulang ke rumah kini kembali mengungsi karena hujan dengan intensitas sedang.
Gubernur menegaskan, seluruh jajaran Pemprov Sumbar bersama pemerintah kabupaten/kota, TNI/Polri, Basarnas, BPBD, dan relawan terus bekerja tanpa henti untuk memastikan keselamatan masyarakat dan percepatan pemulihan.
“Kita mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat. Semoga segala ikhtiar ini diberkahi Allah SWT dan proses pencarian serta pemulihan dapat segera tuntas,” tutup Gubernur Mahyeldi.
Sementara itu, Wagub Sumbar, Vasko Ruseimy, menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh relawan, aparat, dan tim gabungan yang telah bekerja tanpa henti membantu masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Sumbar.
“Di tengah situasi sulit ini, kita masih melihat orang-orang yang ikhlas berjuang atas nama kemanusiaan. Kami berterima kasih dan bangga kepada seluruh relawan yang telah bergerak tanpa pamrih,” ujar Wagub Vasko di Padang, Selasa (9/12).
Menurutnya, para relawan hadir bukan untuk mencari pujian atau menyalahkan pihak lain, tetapi untuk menguatkan masyarakat yang sedang berduka dan membantu percepatan penanganan di lapangan. Dengan semangat kolaborasi seluruh pihak terkait, ia meyakini Sumbar akan bangkit lebih cepat.
“Mereka hadir di Ranah Minang. Bukan untuk dipuji, bukan untuk saling menyalahkan, tetapi untuk saling menguatkan dan mempercepat penanganan. Kita buktikan, dari kebersamaan inilah Sumatera Barat akan bangkit kembali,” lanjutnya.
Pemprov Sumbar juga telah memperpanjang status tanggap darurat selama 14 hari ke depan, hingga 22 Desember 2025. Fokus penanganan diarahkan pada evakuasi dan pencarian korban, pemenuhan kebutuhan dasar, serta percepatan verifikasi data kerusakan dan kerugian.
Berdasarkan data terbaru, bencana hidrometeorologi di Sumbar telah menyebabkan 235 orang meninggal dunia, 93 orang hilang, 113 orang luka-luka, dan 256.881 jiwa terdampak di seluruh daerah. (wni)
Editor : Novitri Selvia