Fasilitas ini menjadi yang pertama di Sumatera Barat yang berfokus pada pengembangan teknologi elektrifikasi oleh siswa vokasi.
Peresmian dilakukan langsung oleh General Manager PLN UID Sumatera Barat, Ajrun Karim, bersama jajaran manajemen PLN dan perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi serta Kota Padang. Sekitar 70 peserta hadir dalam kegiatan tersebut.
GM PLN UID Sumbar, Ajrun Karim, menyebut peresmian ini sebagai tonggak penting bagi penguatan pendidikan vokasi dan pengembangan energi di daerah.
Ia menegaskan bahwa PLN melalui TJSL akan terus mendukung peningkatan kompetensi siswa agar siap menghadapi transisi teknologi energi.
“Ini bukan hanya peresmian workshop, tetapi momentum bagi masa depan pendidikan vokasi di Sumatera Barat. PLN ingin memberikan ruang riset dan berkarya bagi siswa melalui teknologi energi,” kata Ajrun.
Kepala SMK Negeri 1 Sumatera Barat menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN dalam membuka kesempatan belajar berbasis teknologi.
Ia menilai fasilitas ini menjadi sarana penting untuk mencetak teknisi terampil dan inovator muda di bidang energi.
Workshop tersebut disiapkan untuk mendukung kegiatan riset, praktik konversi motor listrik, serta pengembangan inovasi kreatif.
Fasilitas ini diharapkan menjadi pusat pembelajaran sekaligus ruang inkubasi inovasi bagi siswa vokasi.
PLN menyebut kehadiran workshop konversi motor listrik ini sejalan dengan upaya percepatan ekosistem energi di berbagai sektor.
Melalui kolaborasi multipihak, PLN berupaya menjadikan sekolah-sekolah vokasi sebagai bagian penting dalam mendorong adopsi teknologi electrifying lifestyle dan waste to energy.
Peresmian fasilitas ini menegaskan komitmen PLN UID Sumbar dalam memperkuat ekosistem energi sekaligus pendidikan vokasi di Sumatera Barat.(*)
Editor : Hendra Efison