Curah hujan di Kota Padang mencapai 4.760,1 milimeter per tahun. Posisi ini menempatkan Padang dalam kelompok kota dengan risiko hidrometeorologi tinggi.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, membenarkan data tersebut. Ia menyebut tingginya curah hujan menjadi faktor utama terjadinya bencana banjir bandang dan longsor pada 28 November 2025.
“Iya, berdasarkan data statistik, Kota Padang termasuk kota dengan curah hujan tinggi di tahun ini,” kata Hendri Zulviton kepada Diskominfo Padang, Senin (15/12/2025).
BPBD Padang juga mencatat curah hujan harian yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. Berdasarkan data Pos Curah Hujan (PCH) Gunung Sarik, intensitas hujan rata-rata mencapai 199 milimeter per hari.
“Angka ini menjadi pengingat penting bagi kita semua,” ujar Hendri.
Ia mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan lebat yang berpotensi memicu banjir dan longsor di wilayah rawan.
Sementara itu, BPS mencatat daerah dengan curah hujan tertinggi nasional pada 2025 adalah Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Di Pulau Sumatera, Kabupaten Padangpariaman menempati peringkat kedua nasional dengan curah hujan 5.745,7 milimeter per tahun.
Selain Padang, daerah lain di Sumatera dengan curah hujan tinggi adalah Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, di peringkat ketujuh dengan 4.760,1 milimeter per tahun, serta Kabupaten Nagan Raya, Aceh, di peringkat kesepuluh dengan 4.404,7 milimeter per tahun.(*)
Editor : Hendra Efison